Dishub: Kemacetan Akhir Tahun Bergeser Ke Timur

  • 30-12-2019 / 17:53 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Dishub: Kemacetan Akhir Tahun Bergeser Ke Timur Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi

Malangpostonline.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Malang mempersiapkan beberapa langkah untuk mengatasi kemacetan di kawasan utara timur Kabupaten Malang. Pendirian pos pantau dan penurunan tim khusus untuk mendatangi titik macet adalah solusi yang bisa dilakukan Dishub Kabupaten Malang dalam peningkatan arus wisatawan di akhir tahun 2019.

“Kami akan koordinasikan dengan Polres Malang yang sedang aktif Ops Lilin Semeru 2019. Kami siapkan operasi yang bersifat dinamis, menurunkan 6-10 personel ke lokasi yang kami anggap sebagai black spot atau titik puncak kemacetan jelang tahun baru,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi kepada Malang Post, Senin.

Dia memprediksi kemacetan utama di kawasan utara timur, akan tertumpuk di jalur menuju Bromo Tengger Semeru (BTS). Sebab, pergeseran kemacetan ini tak lepas dari popularitas BTS yang semakin meningkat. Sehingga, disinyalir bakal ada perubahan rute pemantauan macet, yang biasanya terpusat di utara, digeser ke timur.

“Sekarang daerah macet Kabupaten Malang, bergeser dari Singosari ke kawasan Tumpang. Karena, macet Singosari terpecahkan dengan adanya tol. Tapi, tetap ada beberapa langkah diambil untuk penanganan, dikhawatirkan analisa kami meleset sehingga perlu ada antisipasi,” ujar Lutfi.

Dengan situasi ini, Dishub Kabupaten Malang, bakal mendirikan pos pantau di beberapa titik yang berpotensi macet. Yaitu, Singosari, Karangploso, Tumpang, Kepanjen, Gondanglegi, Turen, Dampit, dan Poncokusumo. Menurutnya, pemantauan akan semakin intensif mulai hari ini, 31 Desember 2019, sampai 2 Januari 2020 mendatang.

“Kami akan lihat lokasi yang menjadi black spot atau puncak kemacetan mulai H-1 dan H+2 tahun baru,” jelasnya. Selain itu, Lutfi juga menyebut kendaraan besar pengangkut komoditi migas dan sembako, adalah kendaraan yang bisa melintasi kawasan Kabupaten Malang. Di luar itu, kendaraan besar lainnya, akan dibatasi pergerakannya.

“Kami akan batasi pergerakan kendaraan pengangkut non migas dan non sembako, untuk mengurangi beban kemacetan,” tutupnya.(fin)

Editor : fin
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU