Jasmine Akhirnya Pindah Sekolah ke SMPN 3 Kepanjen

  • 07-01-2020 / 15:36 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Jasmine Akhirnya Pindah Sekolah ke SMPN 3 Kepanjen Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi bersama Walikota Batu, Dewanti Rumpoko ketika berkunjung ke rumah Jasmine Sefia Waynie.

Malangpostonline.com - Keinginan Jasmine Sefia Waynie, 14, pemain Timnas Putri dan Arema FC Putri, untuk pindah sekolah akhirnya terakomodir. Pemain kebanggaan Timnas Garuda Muda ini, dipindahkan ke SMP Negeri 3 Kepanjen, dari SMPN 2 Batu. Kepindahan Jasmine, dipastikan langsung oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, Selasa (7/1).

Bersama Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, Bupati Malang mengunjungi kediaman Jasmine, di Dusun Krajan, Desa Ngadirejo, Kecamatan Kromengan. Kedatangan dua kepala daerah ini, setelah pemberitaan soal Jasmine viral. Jasmine dan orangtuanya, menjadi sorotan media karena tidak bisa mendapatkan rapor di sekolahnya SMPN 2 Batu. Alasannya, karena menganggap bahwa Jasmine terlalu banyak absen.

"Saya anjangsana ke rumah Jasmine, karena sempat ada miskomunikasi antara Jasmine dengan sekolahnya (SMPN 2 Batu, red). Kami datang karena ingin bertemu dengan Jasmine serta orangtuanya," ungkap Dewanti Rumpoko.

Dewanti mengaku datang dengan didampingi Kajari Kota Batu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Kepala Dinas Pendidikan, kepala serta guru SMPN 2 Batu serta Dewan Pendidikan. Kedatangannya, karena sebagai Walikota dan pemangku pendidikan, ingin memberikan fasilitas kepada Jasmine.

Dimana harapannya, selain bisa melanjutkan karier olahraga sepakbola putri, Jasmine tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang pelajar. "Kalau saya tidak memberi perhatian masalah ini, maka saya akan salah," ujarnya.

Istri mantan Walikota Batu, Eddy Rumpoko ini, mengatakan bahwa baru mengetahui kalau Jasmine ternyata warga Kabupaten Malang. Karenanya, ketika berkunjung ke rumah Jasmine, Dewanti kulo nuwun kepada Bupati Malang, untuk selanjutnya bersama-sama mendatangi rumah Jasmine.

Terkait dengan persoalan Jasmine, dikatakannya bahwa pihak sekolah SMPN 2 Batu sebenarnya sudah memberikan alternatif untuk Jasmine. Apakah pindah sekolah, yang dekat dengan tempat latihan sepakbola atau dengan tempat tinggalnya.

Atau juga dengan homeschooling atau kejar paket. Hal ini, supaya kewajiban Jasmine untuk mendapat pelajaran di sekolah terpenuhi. Karena dasar pendidikan seperti ijazah, sangat penting dan bisa menjadi pegangan Jasmine ketika dewasa. Apalagi ketika Jasmine sudah tidak lagi bermain sepakbola.

"Tetapi dengan rencana Jasmine ingin pindah sekolah ke Kabupaten Malang, kami akan mempermudah dan membantu proses administrasinya. Karena kami akan lega, ketika Jasmine bisa mendapat fasilitas sekolah baru lebih baik. Sehingga segala sesuatu, baik pendidikan akademis dan non akademisnya bisa meningkat lebih baik," urai Dewanti.

Sementara, Bupati Malang, Sanusi sempat salah menduga. Dia mengira bahwa Jasmine adalah laki-laki. Ternyata setelah bertemu langsung, Jasmine adalah perempuan yang merupakan pemain sepakbola Timnas Putri.

"Saya pikir memang laki-laki. Karena kebetulan memang saya tidak tahu siapa Jasmine. Ternyata pemain sepakbola putri yang mendunia," tutur Sanusi.

Sanusi, bertanya kepada Jasmine, ingin pindah sekolah di mana?. Oleh Jasmine, dijawab di Kepanjen. Akhirnya, Sanusi, mengakomodir dengan meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, membantu prosesnya supaya bisa melanjutkan sekolah di SMPN 3 Kepanjen.

"Segala proses administrasi nanti akan kami akomodir, supaya Jasmine bisa melanjutkan sekolahnya. Nantinya saya akan bantu biaya pendidikannya," jelas Sanusi.

Setelah nantinya diterima di SMPN 3 Kepanjen, berharap Jasmine bisa mengukir prestasi lebih. Tidak hanya berprestasi di bidang olahraga atau non akademik, tetapi bidang akademik juga harus bisa menjadi juara kelas.

Penasihat hukum Jasmine, Bakti Riza Hidayat, SH, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan kepedulian Bupati Malang serta Walikota Batu terhadap Jasmine. Berharap kepindahan sekolah Jasmine, bisa lancar tanpa ada kesulitan apapun.

"Keluarga hanya berharap, bagaimana menyelamatkan Jasmine supaya bisa fokus sekolah dan berolahraga. Karena sejak kelas 5 SD, Jasmine sudah menjadi kebanggan Indonesia, dengan bergabung di Timnas Putri sebagai gelandang serang," harap Bakti Riza Hidayat.

Kepala SMPN 2 Batu, Sudiyono, yang juga hadir menyampaikan permohonan maaf kepada Jasmine dan orangtuanya. Karena selama ini, pihak sekolah belum mampu secara optimal melayani Jasmine.

"Semoga di sekolah baru, Jasmine bisa lebih optimal. Karena tujuan kami sebenarnya, ingin Jasmine terlayani baik akademis dan non akademisnya supaya seimbang," katanya.

Dwi Cahyono, orantua Jasmine, juga berterima kasih karena keinginan Jasmine untuk pindah sekolah telah terakomodir. "Kami minta maaf ke pihak sekolah, kalau selama ini Jasmine belum bisa memberi kebanggaan kepada sekolah," ucap Dwi Cahyono.

"Saya sangat bersyukur bisa pindah sekolah. Setelah ini, nantinya saya ingin fokus keduanya. Selain olahraga juga fokus sekolah," sambung Jasmine.(agp)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU