DLH Dapat Bantuan 11 Unit Alat Berat

  • 09-01-2020 / 20:22 WIB
  • Kategori:Kabupaten
DLH Dapat Bantuan 11 Unit Alat Berat SIAP DIOPERASIONALKAN: Alat berat dari Kementrian PUPR parkir di halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang siap dioperasionalkan.

Malangpostonline.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mendapatkan bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berupa dua eskavator, dua bulldozer, dua amrol truk dan lima dump truk. “Total ada 11 unit peralatan. Sudah datang, dan segera kami operasionalkan,’’ kata Kepala DLH Kabupaten Malang Dr Ir Budi Iswoyo.

Kepada Malang Post, peralatan itu diberikan Kementrian PUPR sebagai bentuk penghargaan, karena Kabupaten Malang meraih predikat terbaik untuk program Waste Energy tahun 2019 lalu. Terkait dengan bantuan tersebut, Budi mengucapkan terima kasih.

Peralatan tersebut dikatakan Budi akan segera dioperasionalkan. Terutama untuk eskavator. Peralatan ini akan membantu pihaknya mengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Untuk TPA kami menggunakan sanitary landfill, atau menguruk lahan. Dengan eskavator tersebut pengurukan akan maksimal,’’ ungkapnya.

Untuk dump truk juga demikian. Setelah peralaan tersebut diserahterimakan, akan langsung dioperasionalkan.

Sejauh ini disebutkan Budi, DLH hanya memiliki 30 truk untuk mengangkut sampah. 30 truk tersebut melayani se Kabupaten Malang. “Dengan adanya tambahan kendaraan mengangkut sampah ini diharapkan, masalah sampah di Kabupaten Malang dapat teratasi dengan baik,’’ tambahnya.

 Tidak terkecuali dengan amrol truk. Alat itu digunakan untuk menampung sampah. Dia mengatakan, selama ini tidak banyak desa memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Hal ini memicu warga membuang sampah secara sembarang. “Harapannya dengan amrol truk warga tidak lagi membuang sampah secara sembarangan. Dengan amrol truk ini, sampah dari warga pun mudah diangkut untuk dibawa ke TPA,’’ ujarnya.

Budi mengaku sangat serius menangani sampah. Tidak sekadar untuk menciptakan lingkungan agar terus bersih. Tapi juga untuk menjaga keindahan. “Dengan sampah dikelola dengan baik, maka selain bersih, warga juga terhindar dari penyakit. Dan ini salah satu upaya menekan angka stunting,’’ tambah Budi.

Dia menyebutkan, selain gizi, kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor utama terjadinya stunting. Lantaran itu, pihaknya berusaha semaksimal mungkin, agar wilayah Kabupaten Malang ini bersih. Selain itu mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal menjaga kebersihan. (ira/udi)

Editor : udi
Uploader : slatem
Penulis : ira
Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU