Pilkada Kabupaten Malang

Semangat Rebut Kursi Bupati, PDIP Percaya Diri Usung Kader Sendiri

  • 26-01-2020 / 08:38 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Semangat Rebut Kursi Bupati, PDIP Percaya Diri Usung Kader Sendiri

Malangpostonline.com - Wis wayahe DPI Perjuangan menang. Pekikan semangat ini, sempat diusung kader DPC PDI-P dalam menyambut Pilkada Kabupaten Malang 2020, pada awal Desember 2019 lalu. Dua kata 'Wis Wayahe' menjadi jargon partai politik berlambang kepala banteng moncong putih, untuk merebut kembali kursi pimpinan.

Ya, dalam catatan sejarah, sepanjang Pemilu Legislatif (Pileg) yang dilaksanakan setelah reformasi tahun 1999, PDI-P Kabupaten Malang selalu menjadi Parpol pemenang. Termasuk pernah mengantarkan kadernya menjadi Bupati Malang.

Namun dalam dua kali periode terakhir Pilkada (2010 - 2015 dan 2015 - 2020), PDI-P selalu gagal meraih kemenangan. Rasa kehilangan karena pernah merasa memiliki Bupati Malang dari kader PDI-P inilah, akhirnya yang menjadi pemacu semangat untuk berjuang kembali meraih kursi bupati pada Pilkada 2020 nanti.

Dari pertemuan pengurus kader inilah, akhirnya PDI-P memandang secara realistis harus memiliki calon dari kader partai sendiri. Sosok kader tersebut tertuju pada Sri Untari.

Seluruh pengurus partai, mulai dari struktur lapis bawah (anak ranting) sampai DPC, meminta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut maju dalam Pilkada 2020. Salah satu alasannya, karena Sri Untari memiliki kemampuan leadership cukup kuat, sehingga membuat kader PDI-P percaya diri.

Bahkan pasca jargon Wis Wayahe muncul di media massa, banner dengan foto Sri Untari bertebaran di beberapa jalan Kabupaten Malang. Namun sejak beberapa hari terakhir, banner tersebut sudah banyak yang dilepas.

Terkait jargon tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, enggan menanggapinya. "Soal itu (Jargon, red), maaf saya tidak berkomentar dulu," katanya.

Selain Sri Untari, yang namanya sempat santer maju Pilkada 2020, nama Hasan Abadi juga menguat di kalangan kader PDI Perjuangan. Rektor Unira Kepanjen ini, sepertinya juga mendapat dukungan dari kader, terutama pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan.

Pada pertengahan Januari 2020, Hasan sempat berkumpul dengan para PAC dalam acara ngopi bareng (ngobrol politik), di salah satu cafe di wilayah Kecamatan Gondanglegi. Video serta foto pertemuan itupun, sempat beredar di kalangan kader dan pengurus DPC PDI Perjuangan.

Bahkan, banner dengan foto Hasan Abadi juga bertebaran di beberapa ruas jalan di Kabupaten Malang. Apalagi sebelumnya ketika dikonfirmasi, Hasan juga mengaku optimis berpeluang mendapatkan rekom.

Di sisi lain, selain Sri Untari dan Hasan Abadi, yang namanya sempat mendapat dukungan dari kader, ada juga nama Didik Gatot Subroto. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang ini, sempat dikaitkan akan digandengkan dengan Drs. H. M. Sanusi, dalam Pilkada 2020.

Ketika nantinya benar terjadi, maka bisa dikatakan PDI-P akan merger dengan PKB. Sehingga koalisi Bang Jo (Merah - Hijau) akan terulang lagi. Namun beberapa kader lama, menginginkan supaya PDI Perjuangan bisa maju sendiri.

"Kader berharap Bang Jo ini, tidak sampai terjadi. Sebagai Parpol pemenang, PDI Perjuangan harus berani mengusung calon sendiri untuk maju Pilkada 2020," jelas salah satu kader PDI-P yang meminta namanya tidak disebutkan.

Menurutnya, bahwa Pilkada 2020 ini, menjadi momen PDI-P untuk merebut kembali kursi pimpinan Kabupaten Malang. Karena sudah 10 tahun ini, PDI-P harus kehilangan kursi Bupati Malang.

"Kalau nantinya PDI-P hanya sebagai wakil dari PKB, kasihan teman-teman yang sudah mendaftar. Ketika arahnya hanya sebagai wakil saja, mengapa dulu harus sampai membuka pendaftaran. Apalagi para calon juga sudah melalui fit and proper test. Sebagai kader, kami jelas tidak setuju kalau harus Bang Jo," terangnya yang diamini oleh kader lainnya.(agp/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU