RSUD Kanjuruhan Siapkan Ruang Isolasi, Ribuan PMI Masih Belum Dipulangkan

  • 29-01-2020 / 14:37 WIB
  • Kategori:Kabupaten
RSUD Kanjuruhan Siapkan Ruang Isolasi, Ribuan PMI Masih Belum Dipulangkan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, didampingi Wakil Direktur RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, dr Benidiktus Setyo Untoro.

Malangpostonline.com - Virus korona menyebar dengan cepat. Seluruh negara sekarang ini, sedang mewaspadai penyebarannya. Sampai saat ini virus mematikan tersebut, sudah menyebar di 16 negara.

Sekalipun di Indonesia belum ada warga negara yang terjangkit, tetapi pemerintah pusat sudah mulai mengantisipasi. Termasuk Pemkab Malang, yang sudah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk pasien yang terjangkit virus korona, di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

"Sama seperti kasus SARS dulu, kami juga menyiapkan ruang isolasi khusus. Persiapan ruangan sudah dilakukan sejak awal. RSUD Kanjuruhan siap menerima pasien apapun kasusnya," ungkap Wakil Direktur RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, dr Benidiktus Setyo Untoro.

Menurutnya, RSUD Kanjuruhan sebagai rumah sakit rujukan milik Pemkab Malang, siap menangani ketika ada pasien yang terindikasi virus korona. Namun ia berharap tidak sampai ada masyarakat Kabupaten Malang, yang sampai terjangkit virus tersebut.

Sementara, Pemkab Malang masih belum ada rencana untuk memulangkan warganya yang berada di luar negeri. Terutama yang tinggal di China. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, mengatakan bahwa pemulangan warga negara Indonesia (WNI), yang berada di luar negeri, menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.

"Kebijakan itu ada di Pemerintah Pusat. Selama Kementerian Kesehatan dan pemerintah pusat masih menganggap aman, kami tidak bisa berbuat lebih jauh," terang Sanusi.

Sekadar informasi, berdasarkan catatan P4TKI BNP2TKI Malang Raya, ada 5.227 PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang bekerja di Hongkong. Ribuan PMI itu cukup rentan terjangkit virus korona mengingat letak geografis Hongkong dan China daratannya tidak terlalu jauh.

Selain itu, sampai sampai sekarang Pemkab Malang juga belum membuat kebijakan untuk menahan pemberangkatan calon PMI. Namun Sanusi mengimbau masyarakat supaya tetap waspada selama obat atau vaksin virus korona belum ditemukan. Ketika ada gejala yang mengarah korona, silahkan periksa ke rumah sakit.

"Tergantung Kementerian Kesehatan nanti, kalau memang merekomendasikan ditunda, maka akan kami tunda. Kabupaten Malang hanya menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat," paparnya.(agp)

Editor : agp
Uploader : rois
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU