Akses Langsung Antara Desa Selorejo dan Gading Kulon Terputus

Jembatan Umur Dua Bulan Ambruk

  • 31-01-2020 / 05:05 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Jembatan Umur Dua Bulan Ambruk

Malangpostonline.com –Jembatan Gadingkulon Kecamatan Dau, yang baru berumur sekitar dua bulan ambruk, Kamis (30/1) kemarin. Ambruknya jembatan bersamaan dengan banjir yang kembali melanda Kecamatan Dau. Sebelumnya banjir bandang melanda Dusun Bulurejo, Desa Petungsewu Jumat (24/1) lalu, kemarin Kamis (30/1) banjir melanda Dusun Krajan, Desa Gadingkulon.

Sejumlah fasilitas umum rusak. Bahkan jembatan penghubung Desa Gadingkulon dan Selorejo terputus. Yang menarik, jembatan yang terputus tersebut baru selesai dibangun. Menurut Camat Dau, Eko Margianto, jembatan yang putus tersebut merupakan proyek dari Dinas PU dan Binamarga dengan tahun pengerjaan 2019.

“Pembangunan mulai Agustus, dan selesai November tahun 2019 lalu. Kalau sampai saat ini masih dua bulan,’’ katanya.

Namun demikian, Eko sendiri tidak tahu apakah jembatan itu sudah diserahkan atau belum. Tapi yang jelas, Eko menyebutkan secara aturan ada masa pemeliharaan.

“Mungkin jelasnya langsung ke Dinas PU Binamarga ya,’’ kata Eko.

Dia jika pihak Dinas PU Binamarga juga sudah melakukan pengecekan lokasi. Pengecekan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PU Binamarga Ir. Romdhoni.

 “Jembatan ini merupakan jalur alternatif, dari Desa Gadingkulon menuju Desa Selorejo. Dengan terputusnya jembatan ini, maka warga yang Desa Gadingkulon yang akan ke Desa Selorejo harus melewati jalur utama, begitu sebaliknya,’’ tambah mantan Camat Tajinan ini.

Selain jembatan terputus, kerusakan lain akibat banjir bandang ini adalah, jembatan usaha tani hanyut, Dam Dawuhan rusak, tanggul ukuran 11.5 meter x 4 merer di Perum Orchid, Dusun Jetak Ngasri, Desa Mulyoagung, hanyut, pipa air minum di Desa Gadingkulon, Desa Selorejo dan Desa Tegalweru putus.  Selain itu, banjir bandang ini juga merusak perkebunan jeruk milik warga.

“Lahan yang rusak sekitar 2.500 meter persegi dengan total 250 pohon jeruk, terendam banjir dan lumpur,’’ tambahnya.

Dia mengatakan untuk total kerugian   akibat banjir bandang ini mencapai Rp 650 juta.

“Semua data kerusakan sudah kami laporkan ke BPBD Kabupaten Malang untuk dilakukan penanganan,’’ tambah Eko.

Mantan Camat Singosari ini juga mengatakan saat ini pihaknya juga melakukan penanganan. Terutama untuk daerah yang pipa airnya terputus.

“Pipa air yang terputus juga kami laporkan, harapannya ada bantuan atau dropping air bersih untuk warga,’’ tambah Eko.

Banjir bandang ini sendiri terjadi pukul 15.30 WIB.  Eko menjelaskan banjir bandang ini terjadi akibat meluapnya Sungai Metro. Di mana air dan lumpur dengan material kayu menghantam banyak fasilitas umum yang ada di atas aliran sungai Metro.

“Banjir bandang ini sendiri terjadi akibat adanya hujan di hulu Sungai Metro, yaitu di Lereng Gunung Buthak, Cemoro Kandang. Air beserta lumpur dan material kayu mengalir  di Sungai Metro. Kemudian merusak fasilitas umum, termasuk memutuskan jembatan di Desa Gading Kulon,’’ ungkapnya.

Eko mengungkapkan, tidak seperti di Desa Petungsewu, di mana air dan lumpur membawa material kayu meluap di jalan raya. Di Desa Gadingkulon kemarin banjir tidak sampai meluap ke jalan maupun rumah warga. Sehingga tidak ada warga yang terluka dalam kejadian ini.

Namun demikian, pihak Kecamatan, bersama Muspika Dau, dan BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, anggota TNI/Polri terus melakukan pendataan.

“Saat ini dilakukan pendataan saja. Besok (hari ini) kami akan melakukan kerja bakti untuk pembersihan, serta pembuatan jembatan darurat atau jembatan sementara,’’ tandasnya.

Sementara Irfanudin, salah satu warga Desa Gadingkulon, mengaku kaget dengan putusnya jembatan akibat banjir di Sungai Metro. Dia mengatakan jembatan ini dibangun Pemerintah Kabupaten Malang.

“Saya lupa tahun berapa. Tapi yang jelas jembatan ini menghubungkan Desa Gadingkulon dan Desa Selorejo, Kecamatan Dau,’’ katanya.

Seiring dengan kondisi tersebut, Irfan berharap Pemerintah Kabupaten Malang segera tanggap dan melakukan perbaikan. Tujuannya agar aktifitas warga pun tidak terhambat. “Ada jalan alternatif, tapi  jauh. Makanya kami berharap, agar jembatan ini segera diperbaiki,’’ tandasnya.(ira/ary)

 

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis : ira
Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU