Rekomendasi Calon Belum Jelas, Pilkada Malang Masih Adem Ayem

  • 02-02-2020 / 23:56 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Rekomendasi Calon Belum Jelas, Pilkada Malang Masih Adem Ayem

Malangpostonline.com - Kontestasi politik pilkada Kabupaten Malang dianggap masih adem ayem. Ini mengemuka dalam diskusi publik 'Outlook Pilkada Kabupaten Malang 2020' di Cafe Poskoffe, Minggu (2/2) sore.

Dalam diskusi yang menghadirkan sejumlah tokoh muda dan parpol ini, sebagian narasumber mengaku masih belum banyak melangkah, untuk memanaskan bursa persaingan calon bupati Malang pada pilbup 2020 ini.

Pengurus DPC Partai Gerindra, Husnie Mubarak, mengakui harus mentaati mekanisme partai untuk melangkah dalam bursa pencalonan pilbup Malang. Namun begitu, menurutnya Gerindra sudah menentukan sikap terlibat dalam pilkada tahun ini.

"Sebagai partai peraih tujuh kursi DPRD, mau tak mau Gerindra harus ikuti pilkada. Kami sadari harus berkoalisi, dan siapkan kader terbaik. Apakah nanti N1 atau N2, kami ikuti mekanisme partai (DPP)," terang Husni.

Politisi senior Partai NasDem, Geng Wahyudi, banyak menyampaikan dinamika politik praktis, yang juga pernah dialaminya. Ia menilai wajar jika terkesan masih ada kegamangan politik dalam kontestasi pilkada Malang hingga saat ini.

Geng Wahyudi bahkan memaklumi, jika setiap pihak yang digadang-gadang maju running pilbup Malang nantinya masih tidak banyak melakukan langkah strategis.

"Politik itu, butuh akses juga akses. Konsep dan visi boleh hebat, namun rekomendasi parpol yang menentukan, siapa calon yang berhak diusung," kata Dewan Pembina DPW Partai NasDem Jawa Timur ini.

Dikatakan Geng Wahyudi, untuk mendulang elektabilitas atau memanasi konstelasi, memang calon tidak boleh banyak diam. Akan tetapi, lanjutnya, manuver politik tidak harus ditunjukkan.

Peneliti SIGI LSI Denny JA, M Ditto Arif, selaku panelis diskusi ini menegaskan, kepastian calon petahana menjadi penentu seperti apa kontestasi perhelatan pilkada. Karena, menurutnya dari pencalonan petahana akan bisa diprediksi peta konstelasi nantinya.

"Kenyataannya, hingga kini soal rekom pencalonan petahana belum jelas. Ada kemungkinan, kekuatan elektoral petahana (Bupati Sanusi) masih belum kuat. DPP pasti punya kalkulasi politik tersendiri sebelum menurunkan rekomnya," jelasnya. (amn)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : amn
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU