PT ISN Tolak Pemanfaatan Unit Patal Lawang

  • 04-02-2020 / 23:19 WIB
  • Kategori:Kabupaten
PT ISN Tolak Pemanfaatan Unit Patal Lawang Bangunan Pasar Lawang yang segera direnovasi.

Malangpostonline.com  – Keinginan Pemkab Malang menggunakan eks pabrik tekstile di Patal, Lawang sebagai area relokasi untuk pedagang Pasar Lawang, mendapat penolakan dari PT Industri Sandang Nusantara (Persero). Melalui surat tertanggal 4 Februari 2020, PT ISN tidak mengizinkan pemanfaatan gedung atau sewa Unit Patal Lawang.

Surat nomor 47/ 12 – H / 2020 yang ditandatangani oleh Direktur Operasional PT ISN, Wilton Molumbot, menjawab surat permohonan pemanfaatan gedung yang dilayangkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, pada 3 Februari. Dalam surat tersebut, disampaikan tiga poin yang menjadi pertimbangan penolakan pemanfaatan Unit Patal Lawang.

Yaitu, PT ISN saat ini sedang melakukan kajian bersama dengan BUMN dalam rangka optimalisasi aset PT Industri Sandang Nusantara (Persero) yang berada di Unit Patal Lawang. Kedua, jangka waktu kerjasama bersifat jangka panjang di atas 10 tahun. Dan ketiga, arahan dari pemegang saham pada rapat umum pemegang saham (RUPS) bulan Januari 2020, bahwa optimalisasi asset PT ISN melibatkan atau sinergi BUMN.

Terkait dengan penolakan itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Dr Agung Purwanto M.Si, mengaku sudah mendapatkan surat dari PT ISN. Karenanya sebagai solusi akan segera dicarikan tempat relokasi lain, untuk pedagang Pasar Lawang.

“Iya, sepertinya ada surat penolakan. Padahal pedagang semuanya sudah berkenan di situ (Unit Patal Lawang, red),” ungkap Agung Purwanto.

Dengan penolakan itu, Agung mengatakan akan mencoba mencari tempat lain. Termasuk juga akan berkomunikasi lagi dengan PT ISN, dengan harapan ada perubahan dan diberikan tempat untuk pedagang Pasar Lawang. “Sebetulnya ada tempat alternative lain di Desa Ketindan Lawang. Tetapi para pedagang tidak berkenan,” ujarnya.

Agung menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengajak musyawarah para pedagang untuk mencari tempat relokasi. Karena rencananya setelah lebaran, pembangunan Pasar Lawang harus bisa dilaksanakan.

“Pembangunan Pasar Lawang kemungkinan setelah lebaran. Karena kalau sebelum lebaran, pedagang keberatan lantaran saat itu ramai-ramainya pembeli,” tuturnya.

Pembangunan Pasar Lawang, Pemkab Malang akan menggunakan bantuan dari pusat, yaitu Kementrian PUPR. Total anggarannya sebesar Rp 120 miliar. Bangunan Pasar Lawang nantinya sesuai standar Bangunan Gedung Hijau (BGH), yaitu bangunan yang ramah lingkungan.(agp)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

 

 

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU