Tekan Kecurangan, Dishub Luncurkan Smart Card

  • 07-02-2020 / 21:01 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Tekan Kecurangan, Dishub Luncurkan Smart Card Kadishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, meninjau pengujian KIR. Dan, Hafi Lutfi didampingi Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Kabupaten Malang, Tutuk Handayani, menunjukkan Smart Card yang sudah jadi.

Malangpostonline.com – Buku uji KIR kendaraan sudah tidak akan berlaku lagi. Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, telah meluncurkan kartu pintar uji KIR kendaraan, Jumat (7/2). Smart Card KIR ini, sebagai pengganti buku uji KIR kendaraan.

“Smart Card KIR mulai kami berlakukan hari ini (Jumat, red). Namun sementara waktu, hanya untuk kendaraan baru dan mutasi. Untuk kendaraan yang memperpanjang uji KIR, sementara waktu masih menggunakan buku uji KIR, untuk menghabiskan stok buku KIR. Baru bulan Mei nanti, semua kendaraan sudah mulai menggunakan Smart Card,” terang Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Kabupaten Malang, Tutuk Handayani.

Smart Card atau juga disebut Blue (Bukti Lulus Uji Elektronik), adalah program nasional sesuai implementasi dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 133 tahun 2015, tentang pengujian berkala kendaraan bermotor. Dimana buku uji diganti dengan kartu pintar.

Dikatakan Tutuk, dengan Smart Card pelayanan lebih efektif dan efisien. Selain itu pengurusannya lebih cepat disbanding sebelumnya. Karena usai melakukan uji, pemilik tidak lagi harus menunggu buku uji KIR jadi. Tetapi langsung menerima Smart Card.

“Smart Card ini real time. Selain pelayanan menjadi efisien, sekaligus juga bisa membendung calo yang berkeliaran. Termasuk menekan kecurangan karena hasil uji, langsung terlihat dengan bukti foto empat sisi,” jelasnya, sembari mengatakan bahwa Smart Card juga untuk menghadang peredaran buku KIR palsu.

Lebih lanjut, ditambahkannya bahwa Smart card tersebut berisi data kendaraan. Mulai dari nomor polisi, nomor mesin, nomor rangka, juga dimensi kendaraan (panjang, lebar, berat kosong dan berat isi).

Untuk kendaraan yang melakukan uji KIR, selain mendapatkan satu Smart Card, juga mendapatkan dua lembar barcode, dan dua lembar sertifikat. Dua barcode tersebut wajib ditempel di kaca atau bagian kendaraan. Barcode ini yang akan diperiksa petugas saat ada operasi.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi mengatakan, bahwa dengan dengan pelayanan yang lebih mudah serta efisien, diharapkan semua kendaraan wajib uji KIR bisa mentaati. Untuk menindak kendaraan yang tidak uji KIR, bersama dengan instansi samping akan melakukan Razia secara berkala.

“Kalau nantinya ditemukan tidak ada uji KIR, maka akan ditiling. Dan kalau kendaraan selama dua tahun tidak melakukan uji KIR, maka kendaraan itu harus melakukan uji KIR awal seperti kendaraan baru. Itupun juga harus ada sertifikat registrasi uji tipe (Serut),” tegas Hafi Lutfi.

Lebih lanjut, Hafi mengatakan, dengan adanya Smart Card maka kendaraan yang melakukan uji KIR setiap harinya bisa meningkat hingga 50 persen. Kalau sebelumnya rata-rata 200 kendaraan, maka meningkat menjadi 275 – 300 unit kendaraan setiap harinya. “Karena dengan Smart Card, waktu pelayanan pengujian lebih cepat dan efisien,” lanjutnya.(agp)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU