Standarkan Penilaian, Dinas Pendidikan Gelar Bimbingan Teknis Bagi Guru SD

  • 26-02-2020 / 22:21 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Standarkan Penilaian, Dinas Pendidikan Gelar Bimbingan Teknis Bagi Guru SD

Malangpostonline.com - Bimbingan Teknis Penilaian Akhir Semester dan Tahun (PAS/PAT) dilaksanakan di Aula Panji Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rabu (26/2). Dengan bimtek ini, diharapkan terjadi standarisasi penilaian di semua satuan pendidikan SD. 

Bimtek Penilaian Akhir Semester dan Tahun ini diikuti setidaknya 100 peserta yang merupakan Guru Kelas dan Pengawas SD. Dua narasumber teknis dari Universitas Negeri Malang (UM) menjadi fasilitator bimtek yang banyak mengulas standar soal yang baik ini. 

"Bimtek ini agar ada standarisasi penilaian. Ya, kompetensi guru di semua sekolah tidak sama. Sebagian sudah mapan, namun banyak juga yang masih butuh pendampingan," kata Kasi Kurikulum Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Siti Fatimah, Rabu (26/2) siang. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KPPS) SD Kabupaten Malang, Achmad Khusairi menambahkan, standarisasi penilaian dengan penyusunan soal yang tepat ini juga bertujuan agar tidak terjadi kesenjangan tingkat kemampuan akademik antarsekolah dan siswa. 

"Ya, kalau dulu memang bisa saja tiap sekolah menyusun soal. Tetapi, karena kemampuan dan pemahaman guru tidak sama, maka hasil penguasaan siswa juga ada kesenjangan," jelasnya. 

Kepada peserta bimtek, narasumber banyak memaparkan karakter dan model soal-soal yang tepat bagi siswa. Termasuk, penyusunan dan pemilihan redaksional yang mudah dipahami siswa jenjang sekolah dasar. 

"Ya, soal itu harus tetap komunikatif sehingga mudah dipahami. Yang paling penting tujuannya dulu, ketercapaian kompetensi (pemahaman) apa yang mau diukur dalam butir soal," jelas Dr Didin Widiartono SS, MPd, dosen Fakultas Sastra UM. 

Tidak sedikit, lanjutnya, soal yang dibuat dan digunakan ujian, uraiannya melenceng dari tujuan kompetensi pemahaman materi yang ditanyakan, meski materi topik masih relevan. 

Dijelaskan , bobot dan komposisi soal juga perlu diperhatikan penyusun soal. Tingkat kesukaran soal menentukan pilihan jawaban yang dimunculkan. Jika soal kategorinya sulit, maka pilihan jawaban hampir semua benar, namun tetap ada satu yang paling benar. (amn)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : amn
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU