Pentingnya Perlindungan Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Beri Wawasan

  • 26-02-2020 / 23:27 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Pentingnya Perlindungan Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Beri Wawasan ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan.

Malangpostonline.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Malang mensosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan kepada karyawan kilinik inap dan rumah sakit se-Kabupaten Malang  Rabu (26/2). Sosialisasi ini untuk memberi wawasan tentang pentingnya keikut-sertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan klinik maupun RS.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Cahyaning Indriasari menjelaskan, bahwa seluruh karyawan atau tenaga kerja perlu mendapatkan jaminan perlindungan kecelakaan kerja. Tidak terkecuali karyawan  klinik maupun rumah sakit. Karena menurutnya setiap pekerjaan memiliki potensi terjadi kecelakaan kerja. "Termasuk karyawan rumah sakit atau klinik inap," katanya.

Cahyaning menjelaskan, keikut-sertaan BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting. Pasalnya kecelakaan kerja yang dialami oleh karyawan klinik maupun rumah sakit tidak  ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Karenanya ia berharap seluruh karyawan rumah sakit dan klinik tenaga kerja mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

Sejauh ini ada  22 klinik dan rumah sakit di Kabupaten Malang yang sudah mendaftarkan karyawannya di BPJS Ketenagakerjaan. Peserta yang sudah mendaftar sampai saat ini ada 135 ribu orang. Target kami sampai dengan akhir tahun nanti ada 234 ribu pekerja penerima upah yang dilayani oleh BPJs Ketenagakerjaan," terangnya.

Peserta BPJS Ketenagakerjaan dijelaskan Cahyaning tidak sebatas mereka yang menerima upah saja. BPJS Ketenagakerjaan juga menerima peserta atau pekerja mandiri. Diantaranya adalah nelayan, petani serta lainnya. "Saat ini untuk keikutsertaan pekerja mandiri sudah mencapai 27 ribu. Targetnya sampai akhir tahun bisa 45 ribu," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan dapat memberi kenyamanan karyawan klinik atau rumah sakit dalam bekerja. Bahkan menurutnya, BPJS ketenagakerjaan bisa mengikat tenaga kerja.

"Dengan mengikutkan karyawan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan maka karyawan tidak mudah  resign. Jaminan yang diberikan dapat melindungi yang karyawan serta instansinya," urai Arbani, sembari mengatakan bahwa Dinkes hanya bisa mendorong saja untuk klinik dan rumah sakit mengikut-sertakan seluruh karyawannya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara  Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang, Yoyok Wardiyo yang hadir dalam sosialisasi mengatakan, seluruh perusahaan di Kabupaten Malang wajib mengikut-sertakan karyawannya. Tidak terkecuali klinik dan rumah sakit. Namun demikian, kemampuan perusahaan yang beragam menjadikan perusahaan tidak mengikutsertakan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan.

"Kalau ada perusahaan yang tidak mengikutsertakan (BPJS Ketenagakerjaan) kami beri surat peringatan. Kami juga memberikan penjelasan kepada perusahaan-perusahaan terkait dengan sosialisasi ini," tandasnya.(ira/agp)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : ira
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU