Warga Resah, Jalan Ampeldento Darurat Sampah

  • 27-02-2020 / 23:05 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Warga Resah, Jalan Ampeldento Darurat Sampah KUMUH: Tumpukan sampah di Jalan Ampeldento semakin banyak hingga menyebarkan bau tidak sedap.

Malangpostonline.com – Tumpukan sampah di Jalan Ampeldento, Kecamatan Pakis kian menggunung. Tidak hanya terlihat kotor, tumpukan sampah juga menyebarkan aroma tidak sedap. Alhasil keberadaannya pun semakin dikeluhkan masyarakat. Seperti Kamis (27/2) tumpukan sampah seakan dibiarkan berserakan, bikin warga menjadi resah.

Hendrawan salah satu warga, mengatakan bahwa Jalan Ampeldento sedang darurat  sampah. “Sudah berjalan selama hampir tiga bulan ini, tumpukan sampah tidak kunjung diatasi. Sementara baunya sudah menyebar kemana-mana,’’ katanya.

Dilanjutkannya, rumahnya dengan lokasi tumpukan sampah memang tidak berdekatan. Namun saat hujan serta angin, bau sampah sangat menyengat. Dampak lainnya tumpukan sampah juga bisa membawa penyakit.

Karena dia serta warga lainnya, berharap segera ada perhatian dari Pemkab Malang. Setidaknya ada tindakan cepat dari dinas terkait untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut.

 “Katanya Kabupaten Malang menjadi nominator penerima Adipura Kencana. Bukan kami tidak bangga jika nanti kemudian menang, tetapi kalau kondisinya seperti ini (masih ada tumpukan sampah, red) apakah pantas,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, Hendrawan mengaku terkait masalah sampah, dirinya serta warga sudah menyampaikan ke Pemerintah Desa Asrikaton dan Desa Ampeldento. Tapi demikian belum ada solusi untuk mengatasi darurat sampah tersebut.

“Kami juga pernah mengeluhkan ini ke Kecamatan Pakis. Tapi sampai sekarang masih tetap ada tumpukan sampah,’’ tandasnya, sembari mengatakan bahwa tumpukan sampah mengganggu pemandangan. Apalagi lokasi tumpukan sampah berada dekat dari exiting tol Pakis.

Ia berharap pemerintah juga melakukan patroli secara berkala serta memberi sanksi  kepada warga yang ketahuan membuang sampah sembarangan. “Dengan adanya sanksi nantinya akan ada efek jera. Warga tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan,’’ tandas Hendrawan.

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Budi Iswoyo siap menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut. Dia menampik dituduh cuek dengan keluhan masyarakat. Keterbatasan personel dan alat itulah yang membuat  penyelesaian masalah sampah sedikit terhambat.

“Setiap hari kami keliling untuk mengatasi sampah di seluruh Kabupaten Malang. Tapi karena wilayah yang luas dengan jumlah personel dan alat yang minim, maka penyelesaian belum maksimal. Tapi kami berjanji untuk segera menyelesaikan itu,’’ tandasnya. (ira/agp)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : ira
Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU