Warungnya Ambruk Diterjang Longsor, Suminem Berharap Perhatian Pemkab Malang

  • 28-02-2020 / 22:06 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Warungnya Ambruk Diterjang Longsor, Suminem Berharap Perhatian Pemkab Malang RUSAK: Rumah makan di Dusun Ngepreh, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon yang roboh akibat longsor.(Asra Bulla Junga Jara/malang post)

Malangpostonline.com, PUJON - Akibat curah hujan yang tinggi, Sungai Konto meluap serta menimbulkan longsor sepanjang 20 meter, tinggi lima meter dan lebar dua meter.  Akibat meluapnya sungai tersebut, satu rumah makan milik Hj Suminem di Jalan Raya Malang-Kediri tepatnya di Dusun Ngepreh, Desa Bendonsari,  Kecamatan Pujon, ambruk, kemarin.

Salah satu saksi mata, Diko Agustinus, warga Dusun Ngepreh mengatakan, akibat hujan deras, Sungai Konto meluap ke jalan raya.  Bahkan, karena derasnya air, mengakibatkan longsor pada sisi sungai serta merobohkan rumah makan.

“Pada awalnya, posisi rumah makan masih aman ketika belum ada banjir. Setelah banjir meluap sampai ke jalan raya, barulah tebing di sekitar sungai mulai longsor sampai ke rumah makan. Akhirnya rumah jatuh ke sungai, karena belakang warung tanahnya mulai tergusur banjir,” ungkap Diko kepada Malang Post, Jumat (28/2), kemarin.

Lebih lanjut, Diko mengatakan  pemilik rumah makan ketika longsor sudah tidak ada di lokasi kejadian. Sesudah rumah bagian belakang roboh ke sungai, barulah pemilik warung datang bersama perangkat desa. Selain itu dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang juga dating mengevakuasi barang-barang.

“Untuk barang-barang yang ada di warung pas longsor sudah terbawah arus banjir semua, yang tersisa hanya beberapa tempat makanan yang ada di depan rumah saja,” tambahnya

Hal senada juga disampaikan pemilik rumah makan Hj Suminem. Kejadian longsor yang menimpa rumah miliknya mengakibatkan semua perabot warung terbawah arus banjir ke sungai. Akibat, ambruknya rumah tersebut, ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 200 juta.

“Mulai dari perlengkapan warung yang terbawah arus  sampai bangunan roboh, kerugian mencapai Rp 200 juta. Akibat dari kejadian ini, saya dengan keluarga kehilangan pekerjaan dan penghasilan sehari-hari yang bisa mendukung kehidupan,” tuturnya

Hj Suminem juga  berharap, kejadian yang menimpa rumah makannya, bisa mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Malang. Alasannya, kejadian longsor yang merobohkan warung miliknya sudah yang kedua kali sejak kejadian pertama di tahun 2014 silam.

“Kita berharap saja kejadian longsor ini bisa cepat teratasi. Apalagi di sekitaran tempat kejadian merupakan jalan umum yang menghubungkan Malang-Kediri yang tentunya warga disini banyak yang buka usaha warung makan sebagai tempat kerja sampingan sehari-hari,” harapnya

Serma Sensus Hari Bowo dari Koramil 0818/01 Kecamatan Pujon ketika ditemui di lokasi mengatakan, untuk saat ini masih dilakukan pengevakuasian barang-barang yang tertinggal. Selain itu juga mensterilkan lokasi longsor untuk tidak didekati warga sekitar. Apalagi masih ada indikasi adanya longsor susulan karena curah hujan yang tinggi.

“Kami dari pihak TNI sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Malang untuk terus membantu warga yang terdampak  longsor supaya sesegerah mungkin bisa menjauh dari lokasi kejadian. Karena apabilah curah hujan masih tinggi, bisa saja mengakibatkan longsor susulan nantinya,” katanya.(mg2/jon)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MG
Fotografer : MG

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU