Ingin Tambah Koleksi Museum Singhasari, Pemkab Malang Hanya Bisa Replikasi

  • 28-02-2020 / 23:13 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Ingin Tambah Koleksi Museum Singhasari, Pemkab Malang Hanya Bisa Replikasi

Malangpostonline.com – Pemerintah Kabupaten Malang gagal mendapatkan hibah koleksi benda cagar budaya yang berasal dari era Singhasari dari Museum Majapahit. Itu karena  surat pemohonan hibah yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), tidak disetujui oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. 

“Iya, permohonan hibah kami tidak disetujui oleh BPCB Jatim. Alasannya, bahwa koleksi cagar budaya yang ada di Museum Majapahit telah tercatat sebagai aset negara, dimana bentuk dan tempat atau letak benda-benda tersebut sudah ditetapkan,’’ kata Kepala Seksi Museum Sejarah dan Cagar Budaya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Anwar Supriyadi.

Anwar menyebutkan, pihak BPCB Jatim hanya setuju jika benda Cagar budaya itu direplikasi, atau dipinjam selama enam bulan.

“Tidak betul-betul ditolak sebetulnya. Karena BPCB memberikan kelonggaran untuk kami melakukan replikasi, dan memberikan pinjaman koleksi benda cagar budaya itu selama enam bulan,’’ katanya.

Anwar sendiri mengaku galau dengan hal tersebut. Mengingat untuk tahun ini, pihaknya juga tidak pernah mengusulkan anggaran untuk biaya replikasi benda cagar budaya.

“Makanya itu. Tapi kalaupun sangat mendesak, kami akan mengusulkan anggaran untuk biaya replikasi, pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK),’’ katanya.

Anwar pun menjelaskan,  sebelumnya tahun 2019 lalu Pemerintah Kabupaten Malang melalui Disparbud membuat surat yang ditujukan kepada Kepala BPCB Jawa Timur. Surat dengan nomor 556/ /35.07.108/2019 tersebut berisi  tentang permohonan bantuan koleksi. Surat ini dibuat sebagai tindak lanjut hasil audiensi antara Disparbud dengan kepala BPCB Jatim. Dimana dalam hasil audiensi BPCB Jatim dapat memberikan bantuan pengadaan atau hibah koleksi benda cagar budaya yang berasal dari era Singhasari maupun bantuan pengadaan replika. Tujuannya untuk menambah koleksi museum Singhasari sekaligus menjadi media pembelajaran dan informasi pengunjung museum.

“Ada 11 item benda cagar budaya yang kami mohon untuk hibahkan. Yaitu diantaranya Replika Arca Prajna Paramitha, Fragmen Arca Kepala (diduga Raja Kertanegara), fragmen arca Dwarapala, Peripih, Fragmen Arca Wisnu, Jaladwara dan beberapa arca lainnya,’’ ungkapnya.

Tapi demikian, Anwar tidak bisa berbuat banyak, selain melaporkan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

“Sudah kami sampaikan, berikut alasannya. Sepertinya pak Kadis (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) setuju untuk replikasi benda cagar budaya. Ya semoga ini segera terealisasi, sehingga Museum Singhasari pun semakin kaya koleksi,’’ tandasnya.

Disinggung dengan jumlah pengunjung? Anwar pun mengatakan sudah cukup lumayan. Setiap hari, kata dia ada lebih dari 25 pengunjung datang setiap hari. Anwar juga mengatakan, karena sifatnya edukasi, dia juga menggandeng atau bekerjasama dengan sekolah-sekolah. “Sekarang sudah lumayan. Dan sosialisasi terus kami lakukan,’’ tandasnya. (ira/jon)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : ira
Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU