Sekeluarga Diisolasi di RSUD Kanjuruhan, Pemprov Jatim: Tiga Pasien Baru di Kabupaten Malang

  • 23-03-2020 / 06:47 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Sekeluarga Diisolasi di RSUD Kanjuruhan, Pemprov Jatim: Tiga Pasien Baru di Kabupaten Malang RSUD Kanjuruhan. (dok.mp)

MALANG- Satu keluarga yang berjumlah lima orang di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan, Minggu (22/3) dini hari kemarin. Tindakan itu sebagai pencegahan virus Corona.

Namun sampai berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi tentang kondisi kesehatan sekeluarga itu. Menurut informasi, sekeluarga yang dievakuasi itu merupakan keluarga dari seorang wanita pasien positif Corona yang meninggal dunia Sabtu (14/3) lalu.

Camat Dau, Eko Margianto AP, S.Sos, MP membenarkan evakuasi lima warganya itu. Ia mengatakan, proses evakuasi dilakukan tim kesehatan pukul 00.50 sampai 01.00 WIB. Petugas yang melakukan evakuasi mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). Ia mengatakan, proses evakuasi dilakukan tim kesehatan pukul 00.50 sampai 01.00 WIB. Petugas yang melakukan evakuasi mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Setelah evakuasi, kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan. Tidak hanya di rumah warga itu tapi juga sekitarnya oleh petugas PMI Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sejak kabar warga di wilayahnya meninggal dunia positif Covid -19,  pihaknya langsung melakukan identifikasi. Keluarga korban yang lain langsung mendapatkan penanganan dan pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

“Pantauan dan pemeriksaan setiap hari dilakukan oleh petugas Puskesmas kepada satu keluarga ini. Hingga kemudian, Sabtu (21/3) lalu, kami menggelar rapat koordinasi untuk melakukan evakuasi,” kata Eko.

Mantan Camat Singosari ini tidak menjelaskan alasan satu keluarga itu dievakuasi. Namun Eko menyebutkan evakuasi dilakukan sesuai protokol kesehatan. Petugas yang melakukan evakuasi merupakan anggota tim Satgas Penanganan Covid-19 yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Malang.

“Lima orang ini dibawa menuju RSUD Kanjuruhan, untuk menjalani isolasi. Tapi untuk statusnya, kami juga belum tahu,” katanya. Status yang dimaksud Eko terkait apakah positif terpapar virus Corona atau bukan.

“Secara pribadi kami juga tidak tahu, karena hasil laboratorium bukan kami yang pegang. Yang kami tahu evakuasi sudah dilakukan, kelimanya dibawa mobil ambulans menuju RSUD Kanjuruhan. Informasi lebih lanjut silakan ke Ketua Satgas Penanganan Covid-19 atau ke Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Mantan Camat Tajinan ini menambahkan, Minggu (22/3) pukul 08.00 kemarin masih dilakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Dau. Bahkan jalan umum di salah satu kawasan di Dau juga disemprot disinfektan. 

Eko pun mengklarifikasi informasi tak benar alias hoaks yang sempat beredar terkait jalan ke rumah warga yang dievakuasi ditutup total. “Memang tadi ada penutupan (jalan), karena ada penyemprotan dengan mobil damkar. Tapi begitu penyemprotan selesai, jalan dibuka lagi,” tambahnya.

Selain lima orang yang dibawa ke RSUD Kanjuruhan, Eko mengatakan petugas dari Posko Penanganan Corona juga terus melakukan pendataan terhadap Orang Dengan Risiko (ODR). Sejauh ini ada 20 orang yang sudah terdata, dan terus mendapatkan pantauan dari desa dan kecamatan serta Puskesmas. “Mereka ini yang pulang dari luar negeri. Ada juga yang pulang menjalankan ibadah umrah. Terus kami pantau setiap hari,” tambahnya. Ia mengimbau warga agar tak panik dan menjalankan pola hidup sehat.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Malang, Bambang Istiawan membenarkan tentang proses evakuasi sekeluarga  dari Dau ke RSUD Kanjuruhan, Minggu dini hari kemarin.

“Semuanya dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan perawatan. Untuk statusnya apakah positif atau tidak ini yang kami tidak paham. Yang jelas, begitu mendapatkan laporan, kami langsung bergerak,” katanya.

Bambang juga menampik bahwa petugas yang menjemput lima warga Dau ikut dikarantina. “Itu hoaks, yang jelas saat melakukan evakuasi, standarnya menggunakan protokol kesehatan. Menggunakan APD, mulai dari sopir ambulans  sampai petugas medis lainnya,” ungkapnya.

Namun demikian, Bambang mengimbau warga, jika memang kondisinya sakit, dan memiliki ciri-ciri seperti terpapar Covid -19 agar langsung memeriksakan diri ke dokter sehingga mendapat penanganan. “Jangan panik, tapi juga jangan mengabaikan. Mari bersama-sama melawan Covid -19 dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sering cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, menghindari kerumunan massa hingga menunda berpergiran,” jelasnya.

 

Gubernur Jatim: Ada 3 Baru di Malang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan ada satu daerah yang menjadi wilayah sebaran baru Covid-19 di Jawa Timur yakni Kabupaten Blitar.  “Dari 15 tambahan baru, yang sore tadi umumkan, ada 9 tambahan dari Surabaya, ada 2 tambahan baru di Sidoarjo, ada 3 tambahan baru di (Kabupaten) Malang, dan 1 baru di Kabupaten Blitar,” kata Khofifah. “Artinya dari daerah terjangkit, ada tambahan satu daerah terjangkit yaitu Kabupaten Blitar,” tambahnya.

Selain jumlah pasien positif, Khofifah juga memaparkan, bahwa jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP) juga terus meningkat. Untuk ODP jumlahnya bahkan nyaris mencapai seribu orang. 

“Saya ingin update bahwa hasil tracing yang sudah teridentifikasi ODP ada 999, dan yang teridentifikasi sebagai PDP ada 88,” kata dia.

Dengan demikian Surabaya menjadi kota di Jatim dengan kasus tertinggi, yakni 182 ODP, 10 PDP, dan 29 pasien positif. Kemudian Kabupaten Malang dengan 16 ODP, 6 PDP, dan 4 positif. Serta Kota Malang 12 ODP, 1 Positif. (cni/ira/van)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU