Bantuan Dana dari Pusat Dihentikan, Pembangunan di Kabupaten Malang Terganggu

  • 30-03-2020 / 06:34 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Bantuan Dana dari Pusat Dihentikan, Pembangunan di Kabupaten Malang Terganggu PEDULI: Bupati Malang H.M Sanusi turun dari water cannonĀ  yang menyemprotkan disinfektan di kawasan Jalibar Sabtu (28/3) lalu.

Malangpostonline.com – Bupati Malang H.M Sanusi mengatakan rencana pembangunan di Kabupaten Malang terganggu seiring dengan mewabahnya Virus Corona. Bukan karena pihaknya menerapkan Work From Home (WFH). Tapi karena tidak adanya pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk program pembangunan.

“Program yang alokasinya APBD murni tidak ada kendala. Sekarang berjalan. Tapi untuk program dengan anggaran dari pusat melalui DAK ini yang terganggu,’’ kata Sanusi saat ditemui usai mengikuti kegiatan penetapan Kawasan Jalan Lingkar Barat sebagai Jalur Tertib Physical Distancing, Sabtu (28/3) lalu.

Sanusi mengatakan, itu tidak hanya terjadi di Kabupaten Malang saja. Tapi juga terjadi di seluruh daerah. “Beberapa waktu lalu, sudah diumumkan oleh Menteri Keuangan, untuk seluruh bantuan DAK dari pusat dihentikan, kecuali untuk bidang pendidikan dan kesehatan,’’ ungkapnya.

Seiring dengan kondisi tersebut, Sanusi mengaku akan ada gangguan untuk pembangunan di Kabupaten Malang. “Karena selain menggunakan APBD murni, juga ada DAK untuk program pembangunan. Karena DAK nya tahun ini dihentikan, maka otomatis itu akan mengganggu,’’ tambahnya.

Tapi, Sanusi tidak mau menyerah. Kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Malang dia meminta agar maksimal dalam menjalankan program-program yang sudah direncanakan.

“Seperti yang saya katakan, rencana program yang anggarannya bersumber dari APBD murni harus berjalan maksimal. Termasuk meskipun saat ini sedang diterapkannya Work From Home, tidak ada alasan OPD tidak bekerja,’’ tegasnya.

Ditanya berapa DAK yang diterima Kabupaten Malang tahun 2020 ini? Mantan Wakil DPRD Kabupaten Malang ini pun mengaku tidak hafal. Tapi yang jelas, DAK dari pusat ini umumnya digunakan untuk pekerjaan fisik. “Kalau ditanya berapa total anggarannya ini saya tidak hafal. Langsung ke OPD yang membidangi saja. Tapi yang jelas, untuk program yang  tidak dengan DAK ya tetap jalan,’’ tambahnya.

Sementara untuk layanan, Sanusi mengatakan tidak ada kendala. Dinas-dinas di Kabupaten Malang tetap memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Dia mencontohkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, tetap memberikan layanan untuk  warga. Mulai dari pengurusan administrasi kependudukan perekaman e-KTP. “Kantor tetap buka. Sesuai edaran kami, bahwa di masing-masing kantor tetap harus ada petugas yang menangani layanan. Mulai dari perekaman, maupun pencetakan e-KTP. Hanya saja untuk menekan penyebaran Covid -19 ini, maka jumlah pemohonan pelayanan harus dibatasi. Dan itu sudah jalan,’’ tandasnya. (ira/udi)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU