Beri Bantuan, Rektor Unisma Minta Pemerintah Pikirkan Masyarakat Terdampak Corona

  • 01-04-2020 / 14:22 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Beri Bantuan, Rektor Unisma Minta Pemerintah Pikirkan Masyarakat Terdampak Corona BANTUAN: Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, menyerahkan bantuan kepada Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, Bambang Istiawan dengan disaksikan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi.

Malangpostonline.com - Banyak pihak yang masih peduli untuk bersama menanggulangi penyebaran virus Corona. Dibuktikan dengan sejumlah bantuan di Posko Pencegahan Covid-19 Kabupaten Malang yang terus mengalir. Seperti Selasa (31/3) siang, bantuan datang dari Universitas Islam Malang (Unisma) dan Baznas Kabupaten Malang.

Dari Unisma bantuan yang masuk berupa 150 paket sembako serta hand sanitizer. Sedangkan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) adalah 83 unit alat semprot serta 50 liter bahan disinfektan. Penyerahan bantuan diterima langsung oleh Ketua Satgas Pencegahan Covid-19, Bambang Istiawan disaksikan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi serta Forkopimda.

“Terima kasih Unisma dan Baznas yang sudah peduli dengan merebaknya virus Corona. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. Termasuk mudah-mudahan yang lain juga bisa mengikuti,” ungkap Sanusi.

Dikatakannya, kebutuhan masker, hand sanitizer, bahan disinfektan dan alat pelindung diri (APD) sangat banyak. “Bahkan sekarang ini masih kekurangan. Dengan bantuan yang ada semoga masih bisa mencukupi,” ujarnya.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, mengatakan bahwa Unisma peduli dan bersama-sama mencegah virus Corona. Bentuk kepeduliannya dengan memproduksi hand sanitizer dan branvico (Brantas Virus Corona) yang berupa bilik. Bahkan branviko sampai mengalami kewalahan pesanan dari luar Malang.

“Hand sanitizer yang kami produksi sebelumnya juga sudah kami salurkan ke Pemkot Malang. Selain hand sanitizer serta sembako, kami juga akan menyumbang APD. Hanya saya masih butuh proses,” tutur Maskuri.

Pria berkacamata ini mengatakan, bahwa pemerintah seharusnya tidak berfikir tentang pencegahan saja. Tetapi juga memikirkan masyarakat yang terdampak. “Bagaimana masyarakat yang hari ini bekerja hanya bisa buat makan untuk besoknya. Karena itu, saya mengajak perguruan tinggi lain dan seluruh stakeholder untuk bahu membahu supaya masyarakat tidak panik. Karena ketika panik, malah akan membuat penyakit. Sebab tugas kita melindungi dan membuat masyarakat tenang,” urainya.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, mengatakan bahwa saat ini TNI – Polri dan Pemkab Malang telah berkolaborasi baik untuk mengayomi masyarakat. Salah satunya dengan menerjunkan personil gabungan untuk melakukan patrol dan memberi imbauan kepada masyarakat. Yakni dengan mendatangi tempat keramaian seperti warung kopi atau kafe, tempat billiar, warnet atau lainnya.

Langkah itu dilakukan untuk mengimbau masyarakat supaya tidak berkumpul di luar rumah. Lebih baik diam diri di rumah, dengan tidak berinteraksi atau beraktivitas dengan orang lain. Hal ini untuk mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Pertama kami bubarkan dan beri imbauan. Kalau masih bandel dan tidak ada perubahan, maka penjual dan pembeli akan kami bawa ke kantor polisi untuk didata serta membuat surat pernyataan supaya tidak mengulangi lagi,” paparnya.(agp)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : agp
Uploader : rois
Penulis : agp
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU