Tes Kedua Negatif, 3 Pasien Covid-19 Asal Dau Tunggu Hasil Tes Ketiga

  • 04-04-2020 / 06:09 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Tes Kedua Negatif, 3 Pasien Covid-19 Asal Dau Tunggu Hasil Tes Ketiga

Malangpostonline.com - Hasil swab kedua terhadap tiga pasien Covid-19 asal Dau diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Jumat (3/4). Hasilnya negatif. Namun demikian, tiga pasien Covid-19 asal Dau itu masih tetap berada di safe house. Karena masih menunggu swab ketiga yang dilakukan Jumat (3/4) kemarin. Jika hasil swab ketiga negatif maka mereka boleh pulang ke rumah.

“Alhamdulillah hasil swab kedua sudah  keluar, hasilnya negatif. Tapi untuk memastikan betul-betul negatif, kami menunggu hasil swab ketiga,” jelas Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo.

Untuk diketahui swab kedua dilakukan Senin (30/3) lalu. Hasilnya keluar pada Kamis (2/4) malam. Swab ketiga dilakukan pada Jumat (3/4) kemarin dan menunggu hasil selama sepekan. Sedangkan swab pertama pada Selasa (17/3) lalu.

Pengujian atau pemeriksaan swab dilakukan di laboratorium RS Universitas Airlangga.  Selanjutnya hasil swab dibawa ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP).

Untuk diketahui dalam tes swab petugas medis mengambil sampel dari hidung atau dahak pasien. Kemudian diteliti untuk  melihat kecocokan kode genetik dengan Covid-19.

Lebih lanjut Arbani mengatakan pasien positif Covid-19 asal Karangploso kemarin juga menjalani tes swab kedua. Hasilnya baru akan diketahui sekitar pekan depan.

Dia kembali menegaskan, empat pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang dalam keadaan sehat.  “Mereka tidak menunjukkan adanya gelaja klinis. Semuanya dalam kondisi sangat baik. Mereka sangat sehat. Sejak awal memang tidak sakit,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan  Bupati Malang H.M Sanusi. Saat mengikuti rapat koordinasi bersama Forkopimda membahas penanganan Covid-19, Rabu (1/4) lalu mengatakan empat pasien terkonfirmasi positif terinfeksi Corona semuanya sehat.

Sanusi mengatakan, tiga dari empat orang tersebut  menjalani karantina di safe house. Sedangkan satu lagi  menjalani karantina di salah satu rumah.

“Meskipun menjalani karantina, mereka mendapat perhatian secara langsung dari tenaga kesehatan,” ujarnya. 

Sementara itu, OTG di wilayah Kabupaten Malang cukup tinggi. Sesuai data yang disampaikan Dinkes Kabupaten Malang, jumlah OTG mencapai 99 orang. “Ada 99 orang. 95 di antaranya warga Dau, sisanya warga Karangploso,” kata Arbani.

Mantan Direktur RSUD Lawang ini menyebutkan mereka yang berstatus OTG merupakan warga yang pernah berinteraksi secara langsung dengan pasien terpapar Covid -19.

Penanganan OTG di Kabupaten Malang, kata Arbani tidak berbeda jauh perlakuan terhadap Orang Dengan Risiko (ODR). Yakni dipantau petugas kesehatan. “Pemantauannya  dilakukan secara online. Petugas kami setiap hari menerima laporan kondisi kesehatan yang bersangkutan secara online,” ungkapnya.

Dari hasil laporan tenaga kesehatan yang diterimanya, kondisi warga yang masuk kategori OTG baik, tidak ada gejala klinis. “Pemantauannya selama 14 hari. Sama seperti ODR. Jadi mereka yang masuk OTG mengisi blanko kesehatan, isinya nama, alamat dan keluhan.  Laporan ini dilakukan setiap hari, untuk melihat perkembangannya,” urainya. (ira/van)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU