Mereka yang Mengais Berkah di Masa Corona, Asal Kreatif Rezeki Ada Saja!

  • 07-04-2020 / 20:49 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Mereka yang Mengais Berkah di Masa Corona, Asal Kreatif Rezeki Ada Saja!

Malangpostonline.com - Situasi darurat imbas mewabahnya corona (covid-19), menimbulkan kepanikan dan kesulitan beraktivitas. Sebagian masyarakat terdampak cenderung pasrah, namun tidak sedikit pula yang memanfaatkan keadaan dengan lebih kreatif dalam berusaha.

Sebut saja Choiriyah (52), perempuan asal Desa Tegalsari Kepanjen, Kabupaten Malang, yang kini lebih serius menekuni usahanya berjualan buah jeruk lemon. Selama masa pandemis corona, ia mengaku usaha mendapatkan lebih banyak berkah dan diminati pembeli.

Bisnis Choiriyah, yang juga guru TK ini, sebelumnya dilakukan langsung, door to door kepada pelanggan dan pembeli. Akan tetapi, sejak diberlakukan pembatasan sosial dan imbauan tetap banyak di rumah, omset usahanya justru kian melonjak.

"Ya, sekarang lebih banyak yang beli secara online. Omzetnya naik dari yang biasanya habis 30 kilogram, akhir-akhir ini jadi 50 sampai 100 kg perminggu," terang Choiriyah, Selasa (7/4) siang.

Lebih pesatnya bisnis penjualan buah jeruk ini, ditambah dengan bantuan putri sulungnya, Amanda Amalia Putri. Selama lebih dari tiga pekan terakhir, usaha dilakukan dengan melayani pembelian secara online. 

Dalam berjualan online, Ananda Amalia mengaku memanfaatkan salah satu aplikasi lapak onlineshopping, namanya Nagisha_shop.

"Pelanggan offline hanya 20 orang yang biasanya beli tiap Minggu. Sedangkan, kini pelanggan online sudah banyak sekitar 100 konsumen lebih. Permintaan paling banyak dari Sidoarjo dan Surabaya. Dan kini merambah Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Bali," ungkap Ananda. 

Dikatakan, biasanya di toko online buka tiap Sabtu dan Minggu saja untuk pengiriman barang. Tetapi, sekarang harus melayani, setiap hari ready stock sekali petik sekitar 70 sampai 100 kilogram. Ini dilakukan agar saat pengemasan barang tidak kuwalahan. 

Ananda menambahkan, selama ini buah jeruk yang dijual hasil kebun sendiri. Akan tetapi, ia kerap kehabisan stok sehingga harus membeli dari petani lain. Meningkatnya permintaan jeruk ini menurutnya untuk dikonsumsi sebagai obat dan jamu, serta menambah imunitas tubuh. 

Usaha sampingan selama masa corona juga dilakukan Bambang, pria yang juga guru asal Dampit, dengan membuat masker. Kebetulan, ia punya usaha jasa jahit konveksi yang sehari-hari juga dijalani isterinya.

Menurut Bambang, dalam sehari setidaknya 50 lusin masker kain bisa diproduksi. Bahannya dari kain katun dan kaos, sisa kain bahan produksi sebelumnya. Akan tetapi, karena ada banyak permintaan, jadinya ia harus membeli kain bahan lebih banyak lagi.

"Masker dua lapis yang bisa disisipin tisue. Yang jahit ibunya, dibantu anak perempuan yang masih kelas 12 di SMKN jurusan Tata Busana. Ya, mengisi libur sekolah (karena corona)," imbuhnya.

Lain halnya, Imam Subaweh (29), pria dari Dilem Kepanjen, yang memilih berjualan kopi dalam kemasan miliknya, Warrior Coffee. Kemampuannya mengolah bijih kopi dari petani, kini dijadikan sumber penghasilan sehari-hari untuk keluarganya.

"Honor sebagai guru swasta berkurang karena libur panjang dampak corona. Ya, bisnis kopi dalam kemasan buatan sendiri ini menjadi pilihan usaha saat ini," katanya.

Karena usaha kopi asli yang diproduksinya ini juga diminati hingga keluar Malang, ia bertekad akan lebih memaksimalkan usahanya dengan pemasaran dan penjualan secara online. Terlebih, kopi lokal jenis robusta khas dari lereng Gunung Kawi miliknya ini, belum banyak diproduksi di tempat lain. [amn/malangpostonline.com]

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : amn
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU