Pasien Kabupaten Malang Sembuh: Jangan Paranoid! Terpapar Corona Bukan Aib

  • 08-04-2020 / 05:46 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Pasien Kabupaten Malang Sembuh: Jangan Paranoid! Terpapar Corona Bukan Aib

Malangpostonline.com - Terpapar virus Corona bukanlah aib, siapa saja bisa terjangkit. Petugas medis yang memberikan penanganan pun bersungguh-sungguh. Setelah pasien positif Covid-19 sembuh, terimalah mereka. Jangan dikucilkan.

Pesan itu disampaikan salah satu dari empat warga Kabupaten Malang yang dinyatakan sembuh dari paparan virus Corona.  Pasien bernama Sapto itu sempat dirawat di RSUD Kanjuruhan. Ia memberikan testimoni di Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang Jalan Agus Salim Kota Malang, kemarin melalui tayangan rekaman video.

“Selama saya dirawat, saya mendapatkan pelayanan agar kondisi mental saya tetap baik, dan dapat asupan gizi yang baik juga,” ujar Sapto dalam tayangan rekaman video yang disaksikan Bupati Malang HM Sanusi dan berbagai pejabat itu. 

Pria berbadan gemuk dan memakai masker itu  tampak sehat ketika menuturkan kesaksiannya lewat video. Dia dirawat sejak 22 Maret dan dinyatakan sembuh secara klinis sejak awal April 2020. Setelah menjalani swab tes, dia bersama tiga pasien lainnya, dinyatakan sembuh total dan bisa kembali ke masyarakat.

“Alhamdulillah sampai tes ketiga, kami dalam kondisi negatif,” ujar Sapto. Dia mengaku lega karena berhasil melewati masa sulit ini. Namun ia sempat kecewa dengan perlakuan orang yang menganggapnya terkena aib. Dalam momentum ini, dia menyebarkan pesan penting bagi masyarakat.

Menurut Sapto, pasien Covid-19 bukanlah aib yang harus ditutupi. Dia tidak merasa malu terpapar virus Corona lantaran penyakit ini bisa menular kepada siapa saja. Tak ada jaminan bahwa penyakit ini hanya menular kepada orang tertentu. Semua orang berpotensi terpapar virus Corona, sehingga pasien Covid-19 tidak seharusnya diperlakukan seperti aib.

“(Pasien) Covid-19 bukan aib. Covid-19 musibah pada keluarga kami, karena itu kami minta agar jangan paranoid. Ikuti aturan pemerintah, terutama hal yang berhubungan dengan social distancing, cuci tangan, pastikan tubuh dalam kondisi fit,” tandasnya.

Plt Direktur RSUD Kanjuruhan dr Dian Suprodjo SpTHT mengatakan, proses awal penerimaan pasien saat  saat divonis Covid-19 sangat penting untuk melawan penyakit itu.

Dia mengatakan, pasien positif Covid-19, awalnya tidak tahu mengapa  harus dirawat oleh tenaga medis berpakaian astronot alias alat pelindung diri (APD) lengkap.

Namun, setelah mendapatkan pengetahuan dari tim dokter, para pasien positif Covid-19 yang sembuh, legowo dan menerima situasi ini. Dari situ, tim dokter memberikan semangat dan keyakinan kepada pasien.“Dari situ, muncul keyakinan dan kepercayaan bahwa mereka akan sembuh,” ujarnya.

Tim dokter RSUD Kanjuruhan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sekaligus teori imunitas tubuh manusia. Agar kondisi imun tubuh pasien tetap tinggi, mereka mendapatkan perawatan yang baik supaya tidak depresif. Beberapa hal yang diinginkan pasien, diberikan oleh tim dokter.

“Ada yang minta kopi, kami berikan. Hal-hal kecil, yang diinginkan pasien, diberikan untuk menjaga imunitas tubuh. Kami juga beri perawatan di luar rumah sakit. Semakin pasien merasa senang, imunitasnya juga akan semakin baik. Keluarga ini sembuh berkat itu,” tambah Dian.

Dia mengirim pesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang, agar tidak memperlakukan pasien positif Covid-19 seakan mereka adalah bala yang harus dihindari. Sebab sampai sekarang, belum ada jaminan bahwa masyarakat bisa terbebas dari virus Corona dengan mengucilkan pasien.  “Semua dukungan sangat diperlukan. Jangan ada penolakan. Termasuk jenazah pasien positif yang ditolak. Jangan sampai ada,” pungkasnya. (fin/van)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU