PPDB SMP, Tak Ada Nilai Tertinggi Tapi Jarak Rumah ke Sekolah

  • 20-05-2019 / 11:42 WIB
  • Kategori:Batu
PPDB SMP, Tak Ada Nilai Tertinggi Tapi Jarak Rumah ke Sekolah UJIAN: Siswa SMPN 1 tengah mengikuti ujian sekolah. (Kerisdianto/Malangpostonline.com)

BATU - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di Kota Batu tingkat SMP mengutamakan jarak rumah dengan sekolah. Bukan lagi ditentukan oleh nilai tertinggi. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih M.Si.

"PPDB tahun ini aturan sudah jelas. Mengacu permendikbud no 51 tahun 2018 disebutkan bahwa jalur zonasi diisi oleh minimal 90 persen total pagu," ujar Eny kepada Malangpostonline.com Senin (20/5) pagi. 

Sedang untuk jalur perpindahan orang tua maksimal 5 persen dan jalur prestasi maksimal 5 persen dari jumlah pagu tiap sekolah. Untuk Kota Batu ada delapan SMP negeri yang masuk ikut dalam PPDB di tiga jalur.

Ia menjelaskan lebih lanjut, untuk perpindahan orang tua dan jalur prestasi tak menggunakan zonasi. Karena memang hal tersebut menjadi semangat pemerintah pusat melalui Permendikbud untuk menghilangkan sekolah unggulan.

"Jadi pada hakekatnya nanti semua sekolah itu sama, input sama, dan kualitas guru juga sama. Artinya sekolah yang baik adalah sekolah yang dekat dengan rumah," bebernya. 

Eny juga menegaskan sekali lagi, untuk PPDB jalur zonasi bukan dari nilai. Tetapi diambil dari jarak sekolah dengan rumah calon peserta didik. Untuk pemetaan lokasi Dindik bekerja sama dengan Telkom terkait administratif atau jarak sesuai dengan zonasi.

Apabila ada masalah seperti calon peserta didik memiliki selisih lokasi rumah yang sama persis dengan jarak 50 atau 100 meter. Adapun calon peserta didik yang akan diambil dilihat dari siapa yang lebih dahulu mendaftar. 

"Misal dari kuota 100 orang, ada calon peserta didik yang jarak rumah dengan sekolah sama. Maka akan diambil satu orang yang mendaftar lebih dahulu. Jadi tidak ada baik-baikan nilai atau nilai tertinggi," tegasnya.

Berbeda untuk tingkat SMA. Diungkapkan Eny masih menggunakan nilai tertinggi dari toga jalur PPDB yang ada. Sehingga ketika ada satu kuota calon peserta didik dari jalur zonasi yang jarak rumahnya sama, yang dipertimbangkan adalah nilai tertinggi.

Ada tambahan lagi, sesuai keputusan Menteri. Khusus untuk SMPN 1-3 Kota Batu ada pelayanan pendidikan khusus kelompok olah raga. Yakni dengan ditambah kuota 5 persen untuk kelas pembibitan olah raga.

"Khusus kelas olah raga harus ada rekom dari KONI daerah. Misalkan untuk sepak bola nantinya akan diarahkan ke SMPN 2 atau 3 Kota Batu," tandasnya. 

Dari data Dinas Pendidikan Kota Batu, diketahui untuk SMP 1, 2, dan 3 sebanyak 320 pagu dengan jalur olah raga tiap sekolah 16 orang. Untuk SMPN 4 sebanyak 224 pagu, SMPN 5 sebanyak 96 dengan jalur untuk jalur zonasi saja. 

Sedangkan untuk SMPN 6 Kota Batu sebanyak 172 pagu, SMP Satu Atap Gunungsari dan SMP Satu Atap Pesanggrahan sebanyak 32 pagu tanpa jalur prestasi dan perpindahan orang tua. (eri)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU