Wujud Toleransi, MI Darul Ulum Kota Batu Rayakan Tahun Baru Islam 1441 di SMP Katolik Widyatama

  • 31-08-2019 / 15:40 WIB
  • Kategori:Batu
Wujud Toleransi, MI Darul Ulum Kota Batu Rayakan Tahun Baru Islam 1441 di SMP Katolik Widyatama Toleransi : Wujud toleransi dalam perbedaan ditunjukkan oleh siswa-siswi Darul Ulum yang disambut hangat oleh SMP Katolik Widyatama Kota Batu dalam merayakan Tahun Baru Hijriyah 1441 di Lapangan Basket SMP Katolik Widyatama, Sabtu (31/8) siang.

MALANGPOSTONLINE.COM - Sebanyak 700 siswa-siswi RA, PAUD, dan MI Darul Ulum Kota Batu berbusana muslim meluruk SMPN Katolik Widayatama Kota Batu Sabtu (31/8) siang. Mereka membawa papan kertas berisikan beragam slogan untuk ditunjukkan pada siswa-siswi SMPN Katolik Widayatama.

Tak ketinggalan semua dewan guru dan wali murid dari satuan pendidikan MI Darul Ulum juga ikut perpartisipasi. Sehingga membuat suasama semakin ramai.

Lurukan tersebut diketahui bukan demo atau unjuk rasa. Tapi mereka merayakan Tahun Baru Hijriyah 1441 yang jatuh pada Sabtu (31/8) siang dan memnyambut satu muharram di SMPN Katolik Widayatama Kota Batu.

Tapi mereka merajut kebersamaan dan saling menghormati Kebhinekaan. Sambutan hangat sebagai sesama warga bangsa tampak terbersit di setiap wajah civitas SMP Katolik Widyatama.

Kepala MI Darul Ulum Kota Batu, Ulul Azmi, S.Ag menyampaikan bahwa apa yang dilakukan tersebut untuk merajut kebersamaan dan saling menghormati kebhinekaan.

"Perayaan Tahun Baru Hijriyah 1441 yang jatuh pada hari ini (Sabtu.red) merupakan materi pembelajaran toleransi bagi siswa-siswi. Toleransi tidak cukup diajarkan di kelas. Tapi butuh dicontohkan secara langsung seperti saat ini," ujar Ulul Azmi kepada Malang Post.

Ia menjelaskan lebih lanjut, momen Tahun Baru Hijriyah 1441 sangat istimewa dari sisi angka. Menurutnya jika dibaca dari depan atau belakang ketemunya sama.  

"Secara filosofi angka tersebut menunjukkan sebuah simbol keseimbangan, kesetaraan dan kebersamaan. Dalam kajian Candra Sengkala, susunan angka 1441 bisa dibaca Buana Cipta Karyaning Hyang atau bermakna alam tercipta hasil karya tuhan," bebernya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMPK Widyatama, Imelda Wea menyampaikan bahwa dirinya bersama jajarannya guru sangat terkesan. Bahkan ia tak kuasa menahan haru.

"Kami sangat terharu. Pasalnya di saat repulik ini diterpa guncangan oleh isu intoleransi yang mengancam keutuhan NKRI, MI Darul Ulum menjawabnya dengan berkunjung ke sekolah yang jelas-jelas basis keyakinannya berbeda," beber Imelda.

Lebih lanjut, Imelda berharap, kebersamaan yang telah dimulai oleh madrasah di Jalan Lahor Dusun Macari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan/Kota Batu ini patut diapresiasi serta dijaga keberlanjutannya.

"Ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas. Karema keberagaman sebenarnya bukan sebuah masalah. Melainkan kekayaan yang dimiliki Indonesia untuk bersatu," terangnya.

Acara perayaan itu ditutup dengan nyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa secara bersama oleh siswa-siswi MI Darul Ulum dan SMPK Widyatama. Kemudian mereka saling berjabat tangan satu sama lain. Sebagai tali asih, MI Darul Ulum memberikan bubur syuro kepada SMPK Widyatama. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU