Tingkatkan Nilai Jual Pertanian, Dorong KWT Olah Produk Jadi

  • 02-09-2019 / 12:41 WIB
  • Kategori:Batu
Tingkatkan Nilai Jual Pertanian, Dorong KWT Olah Produk Jadi KWT Kecamatan Bumiaji tengah mengikuti ketrampilan yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan di Hotel Palem, Senin (2/9) siang.

BATU - Potensi SDA yang dihasilkan Kecamatan Bumiaji, Kota Batu sebagai wilayah pertanian belum dimaksimalkan. Karena itu Dinas Ketahanan Pangan menggelar pelatihan ketrampilan olahan pangan dan pembinaan bagi kelompok wanita tani (KWT) di seluruh Kecamatan Bumiaji.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 40 orang anggota KWT Bumiaji di Hotel Palem, Senin (2/9) siang ini. Para peserta diajarkan ketrampilan pembuatan permen oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu.

Pelatihan tersebut dilakukan selama dia tahap. Dengan setiap tahapnya berlangsung selama lima hari. Tahap pertama sejak tanggal 2-6 Agustus bagi KWT Kecamatan Bumiaji. Sedangkan tahap dua digelar pekan depan pada tanggal 9-13 Agustus dengan peserta KWT dari Kecamatan Batu dan Junrejo.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu, Nurseto mengatakan pelatihan ketrampilan yang digelar bertujuan untuk meningkatkan pengasilan petani di Kota Batu. Dengan cara masyarakat mengolah hasil pertanian, buah, dan umbi-umbian yang dihasilkan di Kecamatan Kota Batu. 

"Selama ini masih banyak produk hasil bumi dari Kota Batu yang dijual dalam kondisi mentahan. Karena itu program pemberian ketrampilan dari dana DBHCTH diharap mampu dikebangkan masyarakat," ujar Nurseto kepada Malangpostonline.com Senin (2/9) siang.

Ia menguraikan lebih lanjit, untuk materi yang diberikan diantaranya membuat permen jelly, yuppies, dan marsmallow. Dengan bahan baku potensi yang ada di Kecamatan Bumiaji seperti buah apel, jeruk, dan sayur.

"Dengan pelatihan ini kami harap nantinya akan memunculkan usaha baru bagi KWT. Jadi bisa menambah peningkatan ekonomi keluarga. Goalnya setelah berkembang bisa menyerap tenaga kerja di sekitarnya," bebernya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan untuk permasalahan pelaku usaha di Kota Batu adalah pemasaran. Karena itu pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Perijinan dan Diskumdag dalam perijinan usaha dan pemasaran. 

Sementara itu, Kabid Perdagangan Kota Batu, Chairo Latif Setiawan mengataka, untuk memecahkan permasalahan pemasaran bagi pelaku UKM di Kota Batu pihaknya telah menggelar pelatihan packaging. Pelatihan juga menyasar KWT di tiga kecamatan secara bergantian.

"Selama ini banyak UKM yang terlalu fokus terhadap produk. Sehingga melupakan pentingnya desain kemasan, padahal laku tidaknya produk tergantung pada kemasan yang baik dan memiliki nilai jual," paparnya.

Karena itu, pihaknya mengungkapkan telah bekerjasama dengan Upti Mamin dan Kemasan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jatim untuk memberi pelatihan bagi KWT di tiga kecamatan. 

Melalui program tersebut, lanjut dia, para pedagang bisa langsung berkonsultasi kemasan dan desain di mobil pelayanan Disperindag Pemprov Jatim. Hal itu telah dilakukan oleh Diskumdag secara berlanjutan sejak bulan Juni lalu. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU