1.300 Kartu Tani Masih Belum Terbagi

  • 03-09-2019 / 18:08 WIB
  • Kategori:Batu
1.300 Kartu Tani Masih Belum Terbagi Pertanian : Masyarakat Kota Batu mayoritas petani membutuhkan pupuk bersubsidi untuk meringankan beban petani.

MALANGPOSTONLINE.COM - Gagal panen sering menghantui para petani Kota Batu. Karena itu berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk meminimalisir kerugian bagi petani. Salah satunya program dari Pemerintah Pusat melalui kartu tani.

Untuk Kota Batu dengan mayoritas wilayah adalah pertanian. Dinas Pertanian Kota Batu telah mendata ada 6008 petani yang mendapat kartu tani. Namun program yang digencarkan sejak tahun 2018 tersebut masih menyisakan 1300 kartu tani yang belum diberikan.

"Program kartu tani ini yang dilakukan sejak 2018 ini masih menyisakan 1300 kartu tani yang belum dibagikan kepada petani di Kota Batu. Karena ini program dari pusat kami hanya mendata kemudian mendistribusikannya," ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Ir. Sugeng Pramono kepada Malangpostonoine.com Selasa (2/9) siang.

Ia menerangkan, program pusat tersebut pemberiannya dilakukan secara bertahap dan diproses oleh BNI. Sedangkan pihaknya hanya mendistribusikan.

"Kami sudah komunikasikan dengan BNI. Remcananya dalam waktu dua minggu kedepan kartu tani segera bisa turun dan didistribusikan," paparnya.

Ia berharap kartu tani segera turun. Mengingat fungsi dari kartu tani bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Selain itu ketika ada bantuan sarprodi dari pusat atau APBN yang berhak menerima adalah petani yang memiliki kartu tani.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Bangkit Kota Batu, Winardi mengatakan bahwa kartu tersebut digunakan untuk mempermudah petani untuk membeli pupuk bersubsidi di kios-kios yang tersebar di tiga Kecamatan Kota Batu.

Namun ia menyanyangkan jika kartu tersebut belum seluruhnya diterima oleh petani di Kota Batu yang tergabung dalam 40 Gapoktan. “Belum ada realisasi penuh sampai hari ini. Namub beberapa memang sudah ada yang menerima," imbuhnya.

Ia menerangkan dengan adanya kartu tani. Petani bisa membeli pupuk urea dengan Rp 1800. Sedangkan tanpa kartu tani atau non subsidi harganya mencapai Rp 4000.

Dari data dinas pertanian, diketahui untuk kebutuhan pupuk di Kota Batu mencapai 1500 ton per item. Terdiri dari puouk urea, SP 36, pupuk organic, NPK dan pupu k Phospat. Kebutuhan itu untuk mengcover sekitar 6000 petani di tiga kecamatan. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU