Cable Car Kota Batu, Dibangun Masyarakat dan Direncanakan Mulai 2020

  • 09-09-2019 / 15:05 WIB
  • Kategori:Batu
Cable Car Kota Batu, Dibangun Masyarakat dan Direncanakan Mulai 2020 SAMBUTAN: Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si membuka Gathering Cable Car atau kereta gantung di Graha Pancasila, digelar Senin (9/9) siang ini.

BATU - Gathering Cable Car atau kereta gantung di Kota Wisata Batu digelar Senin (9/9) siang. Rencana pembangunan kereta gantung yang menjadi proyek strategis di kota barjuluk de Kleine Switzerland itu turut mengundang beberapa warga Kota Batu untuk berpartisipasi dalam pembangunannya.

Dalam gathering tersebut mendiskusikan bagaimana nantinya masyarakat Kota Batu turut memiliki hasil dari proyek transportasi kereta gantung tersebut. Dengan cara ikut menanam modal dalam investasi proyek strategis di Kota Batu ini.

Pada acara yang diinisiasi oleh anak-anak muda Kota Batu yang tergabung dalam Among Tani Foundation ini dibuka langsung oleh Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si. Turut hadi dalam gathering tersebut 

"Dream Come True" itulah kata pertama yang diucapkan oleh Dewanti dalam sambutan pembuka Gathering Cable Car di Graha Pancasila. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kereta gantung menjadi suatu hal yang cerah. 

"Dalam waktu dekat ini akan dibangun kereta gantung. Ini sudah dilakukan melalui survey yang dilakukan selama setahun belakangan dari perusahaan kereta gantung ternama dari Australia Dopplemayr," ujar Dewanti.

Ia menguraikan, pembangunan kereta gantung sebagai jabawan atas kemacetan yang terjadi dan tingginya jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang mencapai 6,7 juta wisatawan tahun 2018. 

Dalam pembangunannya, Pemkot Batu menggandeng pelaksana proyek ternama dari Austria yang telah membangun kereta gantung di penjuru dunia. Mengalahkan produsen kereta gantung dari Taiwan dan China. 

"Kami ditawari dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. Tapi kami tidak mau gambling. Pemilihan Dopplemayr karena keamanan. Mengingat perusahaan ini telah membangun kereta ganting di seluruh dunia," bebernya. 

Untuk pembanguan, Dewanti menyampiakan bahwa nantinya dibangun oleh masyarakat ber KTP Kota Batu atau melalui saham. Dengan mencotoh taman rekreasi Selecta yang sahamnya milik warga Kota Batu.

Lebih lanjut, dengan adanya kereta gantung diharapnya tak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan. Tapi diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi di Kota Batu.

Selain itu, ia menekankan bahwa yang bisa ikut andil dalam memiliki saham adalah warga yang punyai KTP Kota Batu. "Tak hanya warga Kota Batu, semua ASN hingga Kades harus memiliki saham. Kami tengah siapkan semua dasar dan regulasi tahun ini," imbuhnya. 

Sementara untuk pembangunannya, ditegaskan oleh Dewanti akan dimulai pada tahun depan (2020.red) dengan biaya lebih dari Rp 300 miliar. Dengan lama proyek diperkirakan mencapai 1 tahun 5 bulan. Sehingga pada tahun 2021 kereta gantung bisa mulai dioperasionalkan. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, masyarakat Kota Batu, pengusaha, ASN Kota Batu, dan Kepala Desa di Kota Batu. Turut hadir pula perwakilan dari Doppelmayr Austria, Mr. Hans Jones, Advisor Among Tani Foundation Prof. Dr. Eddy Pratomo, perwakilan DPRD Kota Batu, dan Forkopimda. (eri)

Editor : eri
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU