Simposium Nasional Pendidikan Berwawasan Pancasila

Cegah Faham Radikalisme dan Separatisme

  • 14-09-2019 / 16:48 WIB
  • Kategori:Batu
Cegah Faham Radikalisme dan Separatisme Materi : Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Hariyono M.Pd saat menyampaikan materi dalam Simposium Nasional Pendidikan Berwawasan Pancasila di Graha Pancasila Among Tani Batu, Sabtu (14/9) sore.

BATU - Pentingnya nilai-nilai luhur keindonesiaan dan ideolgi pancasila ditanamkan sejak usia dini di SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi menjadi pembahasan dalam Simposium Nasional Pendidikan Berwawasan Pancasila yang digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu, Sabtu (14/9) sore.

Pemateri, Prof. Dr. Hariyono M.Pd menyampaikan bahwa pentingnya ideologi pancasila untuk terus ditanamkan kepada generasi muda dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Pasalnya pancasila sebagai ideologi bangsa adalah tanggung jawab warga negara untuk mengamalkannya.

"Simposium ini berusaha mengenalkan paham pancasila. Pertama agar saat bertemu di ruang publik sebagai antar warga negara. Bukan sebagai umat," ujar Hariono.

Melalui simposium tersebut, laki-laki yang menjabat sebagai Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya pidato saja. Namun aksi nyata.

Ia mencontohkan aksi tersebut adalah berdirinya Jaringan Kampung Nusantara. Di Malang Raya telah terbentik 27 Jaringan Kampung Nusantara.

"Ini cara sederhana untuk mengamalkan pancasila. Karena melalui Jaringan Kampung Nusantara ini, mampu mengakrabkan warga kampung dengan belajar sejarah dan budaya kampungnya," beber Hariono.

Dengan belajar sejarah dan budaya yang ada di sekitar, lanjut dia, faham radikalisme dan separatisme tak akan menggerogoti warga Indonesia.

"Ini yang utama. Berbeda ketika orang jauh dari sejarah dan budayanya. Maka paham radikal dan separatisme mudah dengan masuk," imbuhnya.

Begitu pula ketika pendidikan pancasila masuk dalam ranah pendidikan. Secara tidak langsung juga akan semakin banyak yang belajar pancasila.

Dalam kegiatan simposium tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M. Selain itu hadir pula lebih dari 300 peserta dengan latar belakang pemerhati pendidikan meliputi dosen, guru, dan para tokoh organiasi seluruh Indonesia. (eri)/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU