Kemarau Bau Busuk Sampah TPA Tlekung Capai 2 Km

  • 27-09-2019 / 19:34 WIB
  • Kategori:Batu
Kemarau Bau Busuk Sampah TPA Tlekung Capai 2 Km Pengelolaan : Sampah di TPA Tlekung per hari capai 80 Ton butuh pengelolaan agar bau tak ke lingkungan warga.

MALANGPOSTONLINE.COM, BATU - Musim kemarau ternyata menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Khususnya bagi warga yang rumahnya berada sekitar kurang lebih 1-2 Km dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.

Memasuki musim kemarau bau busuk sampah di TPA Tlekung dikeluhkan oleh warga sekitar. Ini lantaran bau sampah yang menguap ke udara saat kemarau semakin menyengat. Bahkan bau tersebut saat malam hari sampai hingga kantor Kecamatan Junrejo atau sekitar 2 Km dari TPA Tlekung.

Salah satu warga Desa Tlekung,  Bambang Sumartono mengungkapkan kegelisahan tersebut. Itu karena bau sampah setiap harinya sangat menyengat. Apalagi memasuki musim kemarau seperti sekarang.

"Sudah beberapa tahun ini bau sampah sangat menyengat ke warga sekitar. Apalagi musim kemarau. Bau sampah menguap hingga menimbulkan bau yang luar biasa hingga menanggu keseharian masyarakat," ujar Bambang kepada Malangpostonline.com

Ia menerangkan, beberapa area warga yang rumahnya terdampak dengan TPA diantanya warga Dusun Gangsiran dan Desa Junrejo. "Dua area itu yang paling terdampak. Karena letaknya di bawah TPA," imbuhnya.

Tak hanya bau busuk yang mengganggu. Anggota Dewan terpilih dari Partai Golkar ini juga sangat khawatir jika bau tersebut berimbas pada kesehatan warga.

"Dari imbas bau busuk TPA Tlekung. Warga berharap TPA bisa dikelola dan tertata dengan baik. Apalagi TPS Tlekung menjadi pembuangan tempat terakhir sampah dari seluruh Kota Batu. Kedepan bersama Pemdes Tlekung juga berencana mengagendakan bertemu dengan dinas terkait untuk membahas ini," bebernya.

Sementara itu, Kepala Pengelolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup TPA Tlekung, Imron Suyudi menjelaskan bau dari TPA Tlekung  dikarenakan adanya penataan sampah lama dan sampah baru. Selain itu, untuk mengurangi bau sampah di TPA Tlekung pihaknya telah melakukan penaburan kapur.

"Untuk menghilangkan bau sampah kami telah melakukan penaburan kapur setiap dua hari sekali. per harinya 250 kilogram kapur untuk sampah yang terdapat di tanah seluas 6 hektar ini," paparnya.

Imron menambahkan, untuk mengurangi bau sampah tersebut DLH telah memanfaatkan untuk bahan bakar biogas. Sehingga bau sampah bisa disalurkan dan dimanfaatkan ke 300 rumah warga melalui instalasi biogas. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU