Peralihan Musim Hujan, Waspada Angin Kencang dan Pohon Tumbang

  • 01-10-2019 / 18:28 WIB
  • Kategori:Batu
Peralihan Musim Hujan, Waspada Angin Kencang dan Pohon Tumbang Pangkas : Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Kota Batu tengah memangkas pohon mati di Jalan Panglima Sudirman.

MALANGPOSTONLINE.COM, BATU - Memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan bulan Oktober ini Kota Batu mulai diterpa angin kencang. Patut diwaspadai setiap peralihan musim, angin kencang kerap berakibat pohon tumbang.

Agar tidak terjadi adanya korban karena tertimpa pohon tumbang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu melakukan pemotongan pohon rawan tumbang.

Kasi Kedaruratan BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan bahwa angin kecang dan pohon tumbang patut diwaspadai pengendara R2 maupun R4 memasuki peralihan musim bulan Oktober ini.

"Angin kencang dan pohon tumbang jadi potensi bencana saat peralihan musim. Dari pantauan kami, saat ini ada beberapa kawasan jalan yang rawa pohon tumbang di Kota Batu," ujar Rochim kepada Malangpostonline.com Selasa (1/10) siang.

Ia menguraikan beberapa yang rawan pohon tumbang diantaranya Jalan Ir. Soekarno, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Trunojoyo kecamatan/Kota Batu. Rawan pohin tumbang di daerah tersebut karena disana banyak pohon yang besar dan berusia tua.

"Karena itu kami himbau kepada warga Kota Batu agar behati-hati ketika berkendara dan jangan memarkir kendaraan dibawah pohon besar saat cuaca berangin seperti saat ini," bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Kota Batu, Munsif Fanani menjelaskan bahwa jumlah pohon yang rawan tumbang di Kota Batu berjumlah sekitar 180 pohon.

"Kami telah mendata ada sekitar 180 pohon rawan tumbang. Kami masih melakukan proses pemantauan apakah pohon tersebut perlu dipangkas rantingnya atau bahkan di tebang seluruhnya," paparnya.

Munsif mengatakan pohon-pohon yang rawan tumbang dan menjadi pantauan pihaknya adalah yang memiliki tinggi minimal 5 meter, diameter minimal 30 cm, dan sudah mati sejak 3 sampai 5 tahun. Sehingga tidak semua pohon bisa ditebang.

Sebelumnya, untuk kejadian pohon tumbang di Kota Batu karena angin kecang baru saja terjadi tanggal 29 September kemarin di kawasan Payung 2 atau Jalan Trunojoyo. Dengan jenis pohon beringun setinggi 10 meter dan berdiameter 15 Cm. (eri/MALANGPOSTONLINE.COM)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU