16 Desa/Kelurahan atau 74,46 Hektar di Kota Batu Masuk Terindikasi Kumuh

  • 10-10-2019 / 16:23 WIB
  • Kategori:Batu
16 Desa/Kelurahan atau 74,46 Hektar di Kota Batu Masuk Terindikasi Kumuh SONGGORITI: Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu jadi salah satu kawasan terindikasi kumuh.

Malangpostonline.com, BATU - Kota Wisata Batu harus segera berbenah. Pasalnya masih ada16 desa/kelurahan di Kota Batu yang masuk dalam kawasan terindikasi kumuh. Hal itu diungkapkan oleh Indro Budiono, pendamping National Slum Upgrading Program (NSUP) Program Kota Tanpa Kumuh Kota Batu.

Ia menjelaskan masih banyaknya kawasan kumuh di Kota Batu. Sehingga menjadi tantangan untuk Pemkot Batu dalam merealisasikan Program Kota tanpa Kumuh (Kotaku).

Masih banyak kawasan kumuh di Kota Batu. Itu bisa dilihat dari beberapa indikasi yang meiliputi ketidak teraturan dalam bangunan gedung meliputi kepadatan, pengamanan, pencahayaan.

Kedua kondisi permukiman jalan meliputi kelebaran jalan dan perlengkapan. Ketiga ketersedian akses air minum hingga kondisi drainase lingkungan. 

Selain kategori tersebut, diungkap Indra, banyaknya kawasan kumuh juga dikarenakan Kota Batu masih belum memiliki SK Kumuh. SK Kumuh harus diterbitkan oleh pemerintah daerah. 

"Dengan adanya SK Kumuh ini nanti didalamnya memiliki aturan yang merangkul semua OPD hingga pemerintah desa dan masyarakat. Dengan begitu akan segera membentuk kelompok kerja untuk meujudkan Kotaku," ujar Indro kepada Malangpostonline.com Kamis (10/10) siang. 

Setelah terbentuk Pokja program Kotaku bisa dilaksanakan. Meliputi pencegahan dengan membangun perilaku, budaya, perencanaan, dan pembagunan infrastuktur serta SDM. 

Setelah ditetapkan dan sudah legitimate SK kumuh. Maka kita akan menyelesaikan permalasajan itu. Ada kesepakan persolan terkait kekumuhan. 

Sementara untuk kawasan mana saja yang masuk dalam kawasan kumuh. Diungkap Indra beberapa kawasan tersebut rata-rata berada di pusat perkotaan. 

Diantaranya Kel. Songgokerto, Desa Pesanggrahan, Kel. Ngaglik, Kel. Sisir, Kel. Temas, Desa Sumberejo, Desa Sidomulyo, Desa Gunungsari, Desa Punten, Desa Tulungrejo, Desa Junrejo, Desa Oro-Oro Ombo, Desa Beji, Desa Dadaprejo, Desa Tlekung, Desa Giripurno. Dengan total luas terindikasi kumuh 74,46 hektar. 

Dari banyaknya desa/kelurahan masuk dalam kategori kumuh itu dikarenakan beberapa kendala. Yaitu kurangnya peran serta masyarakat dan infrastruktur  yang belum memadai.

"Tidak dipungkiri memang setiap tempat memiliki potensi kumuh. Karen itu semua harus mencegahnya. Kebersihan sangat erat kaitannya dengan kesadaran masyarakat," bebernya. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU