Forum Anak Sebagai Wadah Menampung Permasalahan hingga Ide Generasi Muda

  • 02-11-2019 / 16:43 WIB
  • Kategori:Batu
Forum Anak Sebagai Wadah Menampung Permasalahan hingga Ide Generasi Muda Seni : Paduan suara dari Forum Anak Mahasatu menampilkan aksinya sebelum acara puncak Jambore Anak ke-8 2019 digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu, Sabtu (2/11) siang.

Malangpostonline.com, BATU - Puncak Jambore Anak ke-8 2019 kembali digelar oleh Forum Anak Mahasatu Sabtu (2/11) di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu. Dalam kegiatan tersebut membahas tentang berbagai isu dan permasalahan anak-anak saat ini.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait selaku keynote speaker memgatakan bahwa kegiatan Jambore Anak metupakan salah satu bentuk partisipiasi dan wadah anak untuk menyampaikan hak politik dan menyalurkan bakat dalam konteks anak.

"Kegiatan ini perlu diapresiasi. Pasalnya melalui kegiatan ini anak-anak dapat menyuarakan keluh kesah, ide, hingga solusi terhadap apa yang terjadi pada anak-anak," ujar Arist kepada Malangpostonline.com siang ini.

Ia menerangkan bahwa dirinya telah 5 tahun ini mengikuti Jambore Anak di Kota Batu. Ia mengungkapkan jika perkembangan di Kota Batu sangat luar biasa. Karena seblumnya hanya Arist melihat forum anak hanya ada di tingkat kecamatan, kini sudah sampai tingkat kota.

"Pemerintah sangat luar biasa mendukung adanya forum anak ini. Bahkan melalui forum anak, anak-anak mampu membungmus isu-isu dan permasalahan anak saat ini dalam gerakan budaya," bebernya.

Misalnya, adalah permainan tradisional yang diangkat untuk melawan banyaknya anak-anak yang saat ini ketergantungan dengan gawai dan game online. Hal itu menurutnya sangat berdampak negatif bagi anak-anak.

Bahkan, lanjut dia, orang tua banyak yang mendiamkan anak-anak menggunakan gaget secara berlebihan. "Saa harap orang tua menjaga, memperingtkan, dan mengawasi pengguanaan gawai pada anak. Karena jika tidak bisa berdampak negatif," imbuhnya.

Lebih dari itu, dengan tema 'Pencegahan Traficking bagi Anak' menjelaskan berbagai isu dan permasalahan anak-anak jaman sekarang seperti kejahatan seksual ke anak, ketergantungan game online, narkoba, penculikan dan human traficking dan eksploitasi anak.

Pihaknya juga berharap kejadian seperti di Kota Malang kekerasan terhadap anak hingga mengakibatkan nyawa sang anak melayang ditindak secara tegas oleh Polisi.

"Segala bentuk kekerasan fisik, seksual atau psikis pada anak tidak ada toleransi. Kami mengecam itu. Karena kekerasan tersebut adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Melalui forum anak inilah kami harap bisa memperhatikan permasalahan hingga di lingkup kampung," urainya.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si menambahkan jika perkembangan jaman dibutuhkan pembinaan dan bimbingan ke seluruh masyarakat kepada anak-anak. Sehingga dengan adanya Forum Anak di Kota Batu, masyarakat dan anak-anak bisa lebih peduli dan peka terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.

"Forum anak di Kota Batu ini sudah sampai tingkat RW dan RT, dan bisa mengajak anak Kota Batu untuk melakukan kegiatan positif untuk anak-anak Kota Batu. Terakhir untuk menghindari dan mencegah berbagai permasalahan kekerasan terhadap anak adalah kita bersama dengan mengayomi dan memberi wadah yang positif bagi anak-anak Kota Batu," pungkasnya.

Dalam puncak acara dilaksanakan di Graha Pancasila, dan diikuti oleh 425 anak dari forum anak tingkat Kota, Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Batu. Serta turut hadir seluruh Forum Anak Kota, Kecamatan Desa, dan Kelurahan se-Kota Batu. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU