Lord Didi: Sobat Ambyar Kota Batu Luar Biasa

  • 13-11-2019 / 06:36 WIB
  • Kategori:Batu
Lord Didi: Sobat Ambyar Kota Batu Luar Biasa AMBYAR : The Godfather of Broken Heart Didi Kempot membius ribuan warga Batu dan sobat ambyar di Stadion Brantas Kota Batu, kemarin malam.

Malangpostonline.com. BATU-The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot membuat ribuan warga Kota Batu dan sobat ambyar terhibur, kemarin malam. Tampil di Stadion Brantas, Lord Didi mampu membius penonton dengan lagu-lagu terbaiknya. Didi sangat kagum dengan sobat ambyar di Kota Batu, kekuatan mereka luar biasa.

Lord Didi tampil dalam Gebyar Seni Musik dan Seni 2019. Event ini menjadi kado sekaligus pesta rakyat dan malam puncak dalam memperingati HUT ke 18 Kota Batu berlangsung meriah. Penyanyi asal Surakarta, Jawa Tengah mengajak seisi stadion bernyanyi bersama. Para penonton bisa menikmati patah hati dengan berjoget.

Lord Didi membawakan tak kurang dari 10 lagu terbaiknya. Di antara Pamer Bojo, Cidro, Banyu Langit, Kalung Emas, Layang Kangen, Suket Teki, Sewu Kutho dan beberapa lagu lainnya yang mampu membius ribuan sobat ambyar.

Tak hanya Didi Kempot, 13 artis lokal juga ikut menghibur ribuan penonton yang memadati stadion Brantas Kota Batu. Serta penampilan kolosal dari 118 artis lokal Kota Batu secara bersamaan turut meramaikan puncak HUT Kota Batu ini.

Beberapa artis lokal yang menghibur sejak siang hari di antaranya Tahu Brontak, Kopi Pait, Isho Kuichi, Scooby, DT Makximal, Majesty, Zyper, Eruption, 90% band, Blok M, Texas, Rock 90, dan Young Guzzy.

Dalam wawancara singkat dengan Malang Post, Didi Kempot mengaku bangga dengan warga dan penonton. Karena menurutnya masyarakat Kota Batu masih sangat suka dengan budaya tradisional.

"Saya berterima kasih telah pada Pemkot Batu, terima kasih Bu Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota mengundang kami di sini dalam perayaan HUT ke 18 Kota Batu," ujar Didi kepada Malang Post, Selasa (12/11) kemarin.

Ia berharap, dengan apa yang dilakukan Pemkot Batu dengan  menggelar gebyar musik dan seni semacam ini (campursari, red) mampu dilestarikan bersama-sama. Sehingga dengan dilestarikannya budaya Jawa atau campur sari sampai saat ini, dirinya masih eksis menyanyikan lagu Jawa.

"Ini kerja keras selama 31 tahun. Mulai saya nulis lagu tahun 89 sampai sekarang. Mulai saya bawakan lagu di Suriname, Belanda hingga kembali ke  tanah air. Dan sekarang lagu-lagu campursari diterima oleh anak-anak muda," bebernya.

Ia juga mengungkapkan, istilah sobat ambyar yang tengah booming memiliki bermacam arti. Mulai dari mereka yang patah hati hingga hatinya yang hancur. Tapi yang jelas, sobat ambyar bisa menjadi kekuatan yang sangat luar biasa ketika bernyanyi bersama.

"Kekuatan luar biasa itu terbukti dari setiap kita ada konser mereka nyanyi bareng. Kemudian meluapkan kegembiraan bersama-sama dari patah hati," imbuhnya.

Didi Kempot mengaku sangat terkesan saat tampil di Kota Batu. Karena menurutnya sobat ambyar Kota Batu luar biasa. Seperti sebelumnya konser di Kota Malang juga luar biasa.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si menyampaikan bahwa Gebyar Seni Musik dan Seni 2019 adalah pesta rakyat. Yakni hiburan yang tak hanya dikhususkan untuk warga Kota Batu saja dalam rangka memperingati HUT ke 18 Kota Batu.

"Ini merupakan pesta rakyat. Jadi semua bisa datang untuk ambyar bersama. Tidak ada undangan khusus. Bahkan saya harus menunda untuk ke Jakarta untuk rapat dengan Kemendagri yang dihadiri oleh Presiden," paparnya.(eri/ary/Malangpostonline.com)

Editor : Ary
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU