Cari Mata Air Baru, PJT 1 Susur Sungai Brantas

  • 13-11-2019 / 17:41 WIB
  • Kategori:Batu
Cari Mata Air Baru, PJT 1 Susur Sungai Brantas PAPARAN: Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan menjelaskan program Susur Sungai Brantas 2019 di Arboretum, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. 

Malangpostonline.com, BATU - Susur Sungai Brantas 2019 digelar Perum Jasa Tirta (PJT) I bersama organisasi dan komunitas lingkungan hidup di Malang Raya. Susur Sungai Brantas 2019 ini bertujuan untuk mendata kembali sumber air atau menemukan sumber baru, pencemaran sungai akibat ulah manusia, hingga pemetaan artefak di sekitar sungai. 

Raymond Valiant Ruritan, Direktur Utama PJT I mengatakan, Susur Sungai Brantas dilakukan semala tiga hari. Sejak Senin (11/11), Selasa (12/11), dan Kamis (14/11). Susur sungai ditambah dengan pendataan dan pemetaan secara visual seperti sumber-sumber air baru, pencemaran dari limbah sampah, dan pencemaran limbah domestik. 

 

"Susur sungai kami lakukan bersama pegiat lingkungan hidup dan pemerintah bertujuan menjaga kelestarian dan keberlanjutan sungai Brantas yang memiliki panjang 320 kilometer ini," ujar Raymond kepada Malangpostonline.com siang. 

Ia menerangkan, ada banyak sisi positif dari susur sungai, antara lain ditemukan sumber air. Selain itu ditemukan artefaak, seperti patirtan.

"Jadi dari Sisir Sungai ada sisi positifnya. Tak hanya pencemaran akibat sampah dan limbah domestik yang terdeteksi,  tapi kami juga menemukan sumber-sumber baru yang nantinya bisa dimanfaatkan. Selain itu juga peninggalan agar tetap terjaga," bebernya. 

Ia menerangkan, Kota Batu ada sekitar 200 mata air. Dengan ditemukan mata air baru ini, semua pihak diajak menjaga kelestarian agar tetap terjaga debitnya. 

Kegiatan itu juga untuk memotret kondisi sungai Brantas dengan panjang 320 kilometer dan dimanfaatkan 17 juta jiwa. 

Untuk Kota Batu, Pemkot dan Sabers Pungli (Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali) biasa turun ke sungai setiap hari Minggu. Hasilnya rata-rata ada 4 ton sampah berhasil diangkat dari DAS Brantas.

Organisasi yang terlibat aktif diantaranya Adventurers & Mountain Climbers (AMC), Gerakan Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli), Gerakan Kesadaran Alamku Hijau, Komunitas Kali dan Budaya "Cakrawala Mandala Dwipantara (CMD)" dan Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Jawa Timur.

Turut pula memberikan dukungan sumber daya, yaitu Yonkes 2/YBH/2 Kostrad, Menarmed 1/PY/2 Kostrad dan BPBD se-Malang Raya. Kegiatan susur sungai ini dilaksanakan dengan semangat merawat Sungai Brantas melalui pendekatan multi-perspektif, yaitu: ekosistem, teknik, budaya, pelibatan masyarakat dan kebencanaan.

Sementara untuk rute yang Susur Sungai etape I dari Sumberbrantas-Kampus III UMM, etape II dari Kampus III UMM-Taman Rekreasi Sengkaling, etape III dari Taman Rekreasi Sengkaling-Jembatan Gadang. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : feb
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU