Pedagang Pasar Keluhkan Jalan Rusak

  • 14-11-2019 / 13:01 WIB
  • Kategori:Batu
Pedagang Pasar Keluhkan Jalan Rusak RUSAK: Akses jalan Pasar Batu rusak dan berlubang hingga dikeluhkan pedagang. 

Malangpostonline.com, BATU - Bau tak sedap terbawa angin di Pasar Batu di Jalan Dewi Sartika. Bau itu diakibatkan karena beberapa titik jalan berlubang yang mengitari pasar terbesar di Kota Batu terisi air bercampur dengan sampah atau limbah.

Memasuki musim penghujan akses jalan yang berlubang tergenang air dan becek. Kondisi itu membuat Pasar Tradisional Batu semakin  kumuh. 

Permasalahan tersebut disampaikan Sekertaris Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Batu, Arif Setiawan. Dia mengutarakan infrastuktur dan akses jalan yang mengelilingi Pasar Tradisional Batu rusak sejak lama.

"Akses jalan pasar sudah rusak sejak beberapa tahun. Harapan pedagang, Pemkot segera memperbaiki," ujar laki-laki yang akrab disapa Iwan kepada Malangpostonline.com Kamis (14/11) siang. 

 

 

Ia menjelaskan, pedagang sudah bertemu dengan UPT Pasar. Katanya minggu depan akses jalan rusak akan diperbaiki atau diaspal. "Kita tunggu saja realisasinya. Karena informasi dari UPT Pasar seperti itu dan semoga saja diperbaiki," imbuhnya.

Saat disinggung terkait pembayaran retribusi pasar, Iwan mengaku mayoritas pedangang telah membayar rutin setiap bulan. Retribusi tiap pedagang mulai Rp 30-70 ribu per bulan dengan jumlah pedagang ribuan. 

"Untuk retribusi para pedagang sudah bayar. Tapi memang ada beberapa yang belum bayar karena mungkin sepi dan mohon dimaklumi. Dari retribusi yang dibayar, sepengetahuan kami paling tidak ada pengembalian untuk perbaikan infrastuktur. Tapi nyatanya jalan lingkar pasar sekian tahun tidak kunjung diperbaiki," keluhnya.

 

 

Iwan menjelaskan berbeda dengan jalan akses menuju wisata, hari ini bolong besok sudah mulus. "Padahal itukan bukan aset Pemkot. Beda dengan pasar yang merupakan aset Pemkot yang harusnya juga diperbaiki. Ini fakta dan mungkin kami dianggap sebagai anak tiri," paparnya.

Saat ditanya tentang tentang wacana revitalisasi pasar yang pembangunannya bakal dilakukan Pemkot Batu tahun 2021, Iwan menjelaskan masih terlalu jauh. "Revitaliasi pasar terlalu jauh. Perbaiki jalan akses melingkar pasar saja dulu baru ngomong yang lain. Kalau sudah diperbaiki baru bicara revitaliasi," tegasnya.

Dari data laporan realiasi APBD Pemkot Batu tahun 2019 hingga 3 Oktober, tercatat retribusi pelayanan pasar  terbagi menjadi tiga. Yakni restribusi pelayanan pasar-pelataran dari target Rp 580.962.400 terealisasi mencapai Rp 592.702.100 atau mencapai 102,2 persen. 

Kemudian retribusi pelayanan pasar-los Rp 8.382.600 telah tercapai Rp 29.038.600 atau mencapai 346,42 persen. Serta retribusi pelayanan pasar-kios dari terget Rp 425.655.00 terealisasi Rp 318.465.050 atau 74,82 persen. Artinya target retribusi untuk pelayanan pasar diseluruh Kota Batu sudah maksimal. (eri/feb/Malangpostonline.com)

Editor : feb
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU