Di Batu, Sampah Bisa Ditukar Peralatan Rumah Tangga

  • 21-11-2019 / 22:50 WIB
  • Kategori:Batu
Di Batu, Sampah Bisa Ditukar Peralatan Rumah Tangga TUKAR POIN: Warga Kota Batu memanfaatkan program penukaran sampah dengan produk rumah tangga di Balai Kota Among Tani.

Malangpostonline.com – Di Kota Batu, sampah bisa ditukar dengan produk peralatan rumah tangga. Program ini bisa dilakukan karena Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menggandeng Bank Sampah eLHa mengajak masyaraket mengurangi sampah. Sampah 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) lebih bernilai ekonomis bisa ditukar dengan produk peralatan rumah tangga.

Kepala DLH Kota Batu, Arief As Siddiq menyebutkan, DLH bersama Bank Sampah eLHa memiliki program baru, yakni Kumpul Sampah, Tukar Poin, Tebus Produk. Tujuannya agar limbah sampah 3R tidak dibuang begitu saja oleh warga, namun bisa dimaksimalkan atau ditukar dengan produk rumah tangga.

"Program ini untuk menekan produktifitas sampah, khususnya sampah 3R. DLH melalui Bank Sampah eLHa bersama Twin Tulipware membuat program Kumpul Sampah, Tukar Poin, Tebus Produk. Warga bisa mengumpulkan sampah dan menukarkan dengan produk rumah tangga," ujar Arief kepada Malang Post, Kamis (21/11).

Ia menerangkan, melalui program ini warga Kota Batu bisa menukar sampah dengan produk Twin Tulipware. Syaratnya, warga cukup menukar sampah seperti botol pet, botol minuman cup, bungkus kopi, kresek plastik, kemasan minyak goreng atau plastik beras.

"Dengan program ini, kami ingin mengajak masyarakat tak membuang sampah berbahan plastik. Sampah-sampah itu bisa ditukar dengan produk rumah tangga dari poin yang dimiliki. Masyarakat cukup membayar separuh harga produk," bebernya.

Dia mencontohkan, dengan poin, warga bisa tukar dengan produk rice spoon seharga Rp 22 ribu. Mereka cukup membayar separuh harga atau Rp 11 ribu. Family drink set ditukar dengan tiga poin dan membayar Rp 187 ribu dari harga normal Rp 374 ribu.

Tak hanya itu, Bank Sampah eLHa mengantar produk yang ditukar ke rumah warga. Merekajuga keliling menukar sampah plastiknya tanpa dipungut biaya antar. Bahkan setiap bulan, produk-produk tersebut berganti sehingga warga tidak hanya mendapat satu produk saja. (eri/feb/Malangpostonline.com)

Editor : feb
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU