Berlatih Enam Kali dalam Seminggu

Rahma Alya Putri Nugroho Juara Kejurnas BMX Championship 2019

  • 22-11-2019 / 18:26 WIB
  • Kategori:Batu
Rahma Alya Putri Nugroho Juara Kejurnas BMX Championship 2019 Juara : Rahma Alya Putri Nugroho meraih juara umum kategori kategori Challenge Girl dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) GCC BMX Championship tahun 2019.

Malangpostonline.com, BATU - Kabar membanggakan datang putra putri berprestasi asal Kota Batu. Yakni atlet cilik pembalap BMX ISSI Kota Batu, Rahma Alya Putri Nugroho mampu berjaya dan mengharumkan Kota Batu dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) GCC BMX Championship tahun 2019.

Alya, sapaan akrabnya mampu meraih prestasi tingkat nasional dalam kejuaraan pertamanya. Bahkan menariknya lagi atlet cilik ini bukan berlatar belakang keluarga seorang atlet. Tapi dari anak keluarga sederhana pasangan pasutri  Wahyu Nugroho dan Puji Astuti Lesti Riani yang sehari-hari membuka jasa loundry dirumahnya.

Siswi kelas 5 MI Bustanul Ulum Kota Batu ini mampu meraih juara umum kategori Challenge Girl 2019 setelah dalam setiap seri berada di ranking teratas. Yaitu pada seri 1 yang dilaksanakan di Kendal, Alya berada di ranking 3, seri 2 di Sleman ia tetap berada di posisi 3, pada seri 3 posisi Alya melorot satu tingkat, ia berada di posisi ke-4.

Kemudian pada seri ke 4 di Jepara mampu juara 1. Kemudian pada seri 5 di Blitar ia berada di posisi 2. Serta di Banyuwangi ada dua kejuaraan yang langsung dilaksanakan satu waktu yakni kejuaraan internasional dan seri ke-6 GCC BMX dan meraih ranking 2.

"Senang bisa mengharumkan nama Kota Batu dan membuat bangga orang tua. Pasalnya prestasi yang saya raih berkat dukungan dari orang tua, pelatih, dan teman-teman," ujar Alya membuka cerita kepada Malangpostonline.com Jumat (22/11) siang.

Ia menerangkan, apa yang diraihnya ini berkat usaha dan latihan rutin yang dilakukannya enam hari dalam seminggu. Latihan itu dilakukannya diluar jam sekolah. Sehingga tak meninggalkan pelajaran sekolah yang dianggapnya tak boleh ditinggalkan.

"Apa yang saya raih berkat latihan rutin. Setiap hari Selasa sampai Jumat saya latihan di Panorama atau di Songgoriti sore hari mulai pujul 15.00 WIB selama 1,5 jam. Begitu juga Sabtu dan Minggu latihan setiap pagi," beber perempuan kelahiran Batu, 26 Juli 2009 ini.

Alya mengungkapkan jika apa yang dilakoni sehari-hari antara belajar dengan berlatih bukanlah beban. Melainkan sudah menjadi hobi. Sehingga sehari-harinya ia lakoni dengan senang. Apalagi mendapat dukungan dari orang tua.

Menariknya lagi, gadis cilik ini baru bergabung dengan ISSI Kota Batu sejak kelas 4 SD atau satu tahun lalu. Namun prestasinya bisa dibilang sangat kinclong. Itu karena hanya dengan satu tahun, berkat dukungan orang tua dan ketekunan berlatih membuat usahanya tak menghianati hasil.

Berkat prestasinya, tahun depan Alya bakal kembali memperkuat ISSI Kota Batu dengan ikut kompetisi internasinal balap sepeda di Jakarta. Hal itu membuat dirinya harus sregep latihan, makan teratur, dam minum susu segar setiap hari.

"Harapan kedepan ingin jadi atlet yang mengharumkan nama Kota Batu dan indonesia. Serta membanggakan orang tua dengan memenangkan setiap perlombaan," paparnya.

Sementara itu, Pelatih Tim ISSI Kota Batu, Hildan Afosma Katana menambahkan jika dalam kejuaraan kemarin Kota Batu memiliki oesaing yang tangguh. Diantaranya Temanggung dan Blitar. Namun berkat berlatih giat dan konsisten pada setiap even anak didiknya mampu meraih juara.

"Ini semua berkat latihan, kemauan, dan kerja keras anak-anak sehingga mampu menjadi juara. Saya akui, adik-adik sangat hebat semua. Pasalnya kita tidak mempunyai fasilitas latihan yang mumpuni untuk track BMX yang standart tapi bisa meraih juara,” ujar Pelatih Tim ISSI Kota Batu, Hildan Afosma Katana.

Lebih lanjut, pelatih yang juga pembalap nasional ini menambahkan jika dalam kejuaraan kemarin ada 18 pembalap cilik yang dikerahkan ISSI Kota Batu dalam even inI. Bahkan saat kejuaraan Internasional BMX di Banyuwangi, Tim ISSI Kota Batu yang diwakili Klub Afos Katana Family (AKF) memborong 12 piala.

“Saya akui, adik-adik sangat hebat semua, kenapa ? karena kita tidak mempunyai fasilitas latihan yang mumpuni untuk track BMX yang standart tapi bisa meraih juara,” ujar pelatih yang juga pembalap nasional ini.

Dalam even ini sebenarnya Afos menargetkan minimal bisa masuk tiga besar saja. Tapi diluar dugaan ia sangat bersyukur di track BMX sepanjang 400 meter dan ISSI Kota Batu bisa meraih juara umum.

“Seumur-umur di kategori BMX kita belum pernah juara. Berbeda dengan downhill. Ini awal yang baik untuk kita kedepannya. Untuk mensupport ini kami berharap tahun depan bisa mempunyai Track BMX standart International,” bebernya.

Diketahui para atlet BMX swlama ini berlatih di lokasi seadanya. Untuk latihan fisik mereka menggunakan areal perumahan Panorama di samping Balai Kota Among Tani Batu dan Coban Rondo. Sedangkan untuk peningkatan teknik dan skill mereka menggunakan track kecil di belakang Makam Mbah Patok Songgoriti. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU