UMK Batu Naik 7,9 Persen 2020, Minggu Depan Sosialisi ke Perusahaan

  • 22-11-2019 / 18:36 WIB
  • Kategori:Batu
UMK Batu Naik 7,9 Persen 2020, Minggu Depan Sosialisi ke Perusahaan Kepala DPMPTSPTK Kota Batu, Drs. Bambang Kuncoro

Malangpostonline.com, BATU - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu akan menggelar sosialisasi kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Jawa Timur (Jatim) 2020 kepada 331 perusahaan yang ada di Kota Batu.

Sosialisasi tersebut akan dilakukan oleh DPMPTSPTK Kota Batu di hotel Aston Inn Batu mulai pukul 08.00 WIB. Hal itu disampiakan oleh Kepala DPMPTSPTK Kota Batu, Drs. Bambang Kuncoro kepada Malangpostonline.com Jumat (22/11) siang.

Ia menjelaskan bahwa Selasa (26/11) minggu depan pihaknya akan melakukan sosialisasi terhadap kenaikan UMK di Kota Batu. Kenaikan UMK dari Rp 2.575.616 di tahun 2019 menjadi Rp 2.794.800 di tahun 2020. Artinya UMK Kota Batu naik 7,9 persen.

"Karena Gubernur Jawa Timur   menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Jawa Timur (Jatim) 2020. Maka kami juga akan segera melakukan sosilasasi terhadap kenaikan UMK Batu minggu depan," ujar Bambang kepada Malangpostonline.com, kemarin.

Ia menjelaskan, kenaikan upah akan disosialisasikan kepada perusahaan yang ada di Kota Batu. Namun perusahaan berhak melalukan penangguhan jika tidak mampu membayar hak gaji pegawai suseuai dengan UMK yang twlah ditetapkan.

Lebih lanjut, saat perusahaan melakukan penangguhan nantinya juga perusahaan yang bersangkutan bisa mengirim surat penangguhan ke DPMPTSPTK Kota Batu. Kemudian surat tersebut diberikan kepapa Gubernur Jatim untuk nantinya disetujui atau tidak.

"Permohonan tersebut merupakan hasil kesepakatan tertulis antara pengusaha dengan pekerja atau dengab serikat pekerja. Jika disetujui maka perusahaan diberi waktu satu tahun untuk membayar karyawan sesuai UMK sebelumnya," bebernya.

Selain itu juga harus melampirkan laporan keuangan perusahaan yang terdiri dari neraca, perhitungan rugi laba beserta penjelasan-penjelasan untuk dua tahun terakhir.

Sementara itu, saat ditanya apakah semua perusahaan yang ada di Kota Batu telah membayar karyawan sesuai dengan UMK, diungkap oleh Bambang bahwa memang masih banyak yang belum membayar dibawah UMK. Namun hal itu karena diawal pihak perusahaan dan pegawai telah melakukan perjanjian.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 300 perusahaan yang ada di Kota Batu sekitar 25 persen yang membayar pegawainya sesuai UMK. Pihaknya tak bisa menindak sebelum ada laporan dari pihak karyawan atau serikat buruh yang dirugikan. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU