Penemuan Situs Junrejo Merupakan Peninggalan Hindu Budha

  • 26-11-2019 / 20:43 WIB
  • Kategori:Batu
Penemuan Situs Junrejo Merupakan Peninggalan Hindu Budha Peninggalan : Warga dan Dinas Pariwisata Kota Batu tengah menggali penemuan sejarah di Gang Keramat Dusun/Desa Pedem, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Malangpostonline.com, BATU - Penemuan peninggalan sejarah beruapa tumpukan batu bata berukuran lebar 25 cm, panjang 35 cm dan ketebalan 10 cm di Gang Keramat Dusun/Desa Pedem, Kecamatan Junrejo Kota Batu merupakan peninggalan Hindu Budha pada abad sekitar 10-14 Masehi.

Hal itu disampaikan oleh Arkeolog Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono bahwa temuan tumpukan batu bata itu diduga kuat adalah peninggalan Hindu Budha pada abad sekitar 10-14 Masehi. Dugaan kuat tersebut dilihat dari tiga penemuan benda-benda bersejarah sekitar tahun 2000an.

"Untuk penemuan batu bata tersebur agak sulit untuk menetapkan peninggalan dari kerajaan apa. Tapi harus dijawab jika peningalan tersebut merupakan abad 10 masehi keatas," ujar Dwi kepada Malangpostonline.com Selasa (26/11) siang.

Ia menerangkan, yang perlu dipertanyakan bukan dari peninggalan siapa. Tapi kenapa di areal tersebut (Pendem.red) banyak penemuan peninggalan sejarah yang ditemukan di Desa Pendem sebelumnya.

Dosen UM ini sebelumnya tahun 2000 awal ada tiga lokasi penemuan benda bersejarah yang berdekatan dengan aliran sungai Brantas dan Gunung Wukir. Yakni di sebelah Selatan Sungai Brantas penemuan berupa lesung batu atau wadah air dari batu kali.

Kemudian disebelah Baratnya, penemuan kedua di areal persawahan juga ditemukan adanya yoni dan struktur bata besar berserakan berupa kreweng dan grabah. Sedangkan di areal ketiga di sebelah Utaranya juga ditemukan yoni dan arca.

"Nah artinya di Pendem sejak masa Hindu Budha menjadi aeral hunian masyarakat yang menganut Hindu sekte Siwa," tegasnya.

Temuan tersebut juga dikuatkan dengan tenemuan-tenemuan di areal desa tetangganya. Misal Junrejo dengan punden Kajang, jurang miring dekat Kampus 3 Stain dengan Batu besar. Serta adanya prasasti Sangguran di Junrejo.

"Jadi daerah Pendem dan sekitarnya memang areal hunian yang paling tidak sudah menjadi areal ramai sejak abad 10. Bahkan mungkin sudah ada sebelumnya," paparnya.

Tak hanya itu areal tersebut juga menjadi areal subur karena dilewati Sunfai Bramtas dari dulu hingga saat ini. Sehingga menguatkan jika areal itu adalah areal pemukiman.

Sementara untuk bentuk bangunan yang ditemukan, diungkap Dwi merupakan satu bangunan pagar. Dengan kemungkinan berupa bagian pagar permukiman atau pagar bangunan suci. Melihat dari penemuan sebelumnya adanya reruntuhan bangunan candi di Pendem.

Penemuan-penemuan situs Pedem tersebutnya diungkapnya sangat penting. Karena kedepan bisa memeperoleh informasi tambahan khususnya di Kota Batu. Dengan harapan akan mengungkap perjalan dan kesejarahan Kota Batu yang sangat panjang dan Kota Batu sudah menjadi areal permukiman dengan masyarakat yang religius.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disparta Kota Batu Winarto dari penemuan awal struktur bata tersebut akan ditindak lanjuti denga. melaporkan ke BPCB Trowulan. Selain itu juga akan berkonsultasi dengan tim ahli yang ada.

"Kami masih akan laporkan serta malakukan uji lab dari temuan batu bata tersebut. Untuk kemudian bisa diketahui batu bata tersebut merupakan peninggalan tahun berapa," pungkasnya.

Sebelumnya, peninggalan sejarah tersebut ditemukan oleh warga Desa Junrejo bernama Anton Adi Wibowo (40) yang akan menanam pohon alpukat. Saat melakukan penggalian sedalam sekitar 40 cm ia mendapati sebuah batu bata tersebut dan melaporkan ke pihak berwajib pasa Senin (25/11) kemarin. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU