DAS Brantas Monitoring System, Pantau Ketinggian Air dan Volume Sampah Sungai

  • 01-12-2019 / 17:47 WIB
  • Kategori:Batu
DAS Brantas Monitoring System, Pantau Ketinggian Air dan Volume Sampah Sungai BERSIHKAN: Anak-anak tengah berpartisipasi dalam membersihkan sungai setiap hari Minggu bersama Tim Sabers Pungli di Kota Batu.

Malangpostonline.com, BATU - Dua tahun sudah social movement Sabers Pungli turun ke sungai setiap minggunya membersihkan sampah untuk menjaga lingkungan. Khususnya di DAS Brantas yang ada di wilayah Kota Batu. 

Kali ini tim Sabers Pungli menggandeng Universitas Brawijaya untuk memantau sungai dengan memanfaatkan inovasi teknologi. Yaitu dengan menggunakan alat DAS Brantas Monitoring system.

Dosen Teknik Elektro Universitas Brawijaya Malang, Muhammad Azis Muslim menerangkan bahwa program DAS Brantas Monitoring system adalah alat sensor sampah dengan controlling system. Artinya alat ini akan melaporkan data riil kondisi sungai yang dipasangi alat ini.

"Dengan data itu akan diperoleh indikasi seberapa parah kondisi sungai yang terpolusi oleh sampah. Cara kerja alat ini adalah kamera sensor CCTV yang terpasang. Kemudian alat akan melaporkan kondisi ketinggian dan kecepatan air juga volume sampah yang melintas dan yang menyangkut di aliran sungai," ujar Azis kepada Malangpostonline.com.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa data akan diolah dan ditabulasikan melalui website yang bisa diakses oleh semua orang melalui web www.loki.ub.ac.id/das. Selanjutnya juga diteruskan kepada pemegang kebijakan untuk kemudian melakukan tindakan ataupun upaya pencegahan. 

"Saat ini sebagai prototype telah terpasang dua alat sensor di kali Kebo dan kali Bulu, Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu. Diharapkan kedepan juga bisa segera terpasang alat DAS Brantas Monitoring di titik-titik sungai rawan sampah yang menyebar di semua wilayah Kota Batu," bebernya.

Untuk biaya yang dibutuhkan dalam membuat sensor DAS Brantas Monitoring system ini memakan anggaran kurang lebih sekitar Rp. 10 Juta per unit. 

Sementara itu, salah satu dari anggota Sabers Pungli, Herman Aga mennambahkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mengotimalkan capaian hasil dari gerakan yang selama ini dilakukan Sabers Pungli dengan bekerjasama dengan berbagai pihak. Termasuk akademisi.

"Persoalan sampah adalah persoalan bersama. Baik sampah yang ada di darat maupun sampah yang ada di sungai. Karena semua akan terdampak jika kita abai dan tidak peduli dengan persoalan ini," bebernya.

Dengan latar belakang itulah semua berkepentingan untuk melakukan upaya pencegahan maupun menyelesaikan persoalan. Salah satunya dengan teknologi yang dibuat oleh para akademisi.

Mengingat, lanjut dia, dampak dari sampah yang terjadi tidak memandang status sosial, agama ataupun jabatan seseorang. Sehingga semua orang seharusnya terlibat dan berbuat dalam menjaga kebersihan sungai. 

Herman berharap dengan adanya program ini, kebersihan sungai yang telah di kerjakan oleh semua elemen yang tergabung dalam Tim Sabers Pungli selama 106 kali setiap minggunya bisa terjaga. Karena kamera tersebut juga bisa memantau siapa yang membuang sampah di sungai.

"Sistem ini juga berguna sebagai pemantau jika terjadi luapan air sungai yang berpotensi banjir agar warga juga bisa lebih sigap. Selain juga memantau warga yang membuang sampah ke sungai," pungkasnya. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU