Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Okupansi Hotel di Kota Batu

  • 06-12-2019 / 19:14 WIB
  • Kategori:Batu
Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Okupansi Hotel di Kota Batu Sambut: The Singhasari Resort siap menyambut tamu yang datang menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Malangpostonline.com, BATU – Perayaan Natal dan Tahun Batu jadi berkah bagi jasa penginapan di Kota Batu. Baik bagi puluhan hotel maupun ratusan villa dan homestay yang ada di kota berjuluk de Kleine Switzerland ini. Dari data yang didapat Malang Post, saat ini ada sekitar 50-70 persen hotel dan villa yang telah dipesan untuk mengisi libur panjang akhir tahun.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Paguyuban Villa Songgoriti di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu Indra Tri Ariyono bahwa sampai saat ini villa di Songgoriti sudah booked mencapai 50 persen untuk libur Natal dan Tahun Baru. Dari total 325 villa yang ada di Songgoriti.

"Sampai hari ini wisatawan atau tamu yang telah melakukan reservasi di villa Songgoriti jelang akhir tahun sudah 50 persen. Jumlah itu bisa meningkat hingga 100 persen saat mendekati libur Natal dan Tahun Batu. Apalagi bersmaan dengan libur sekolah," ujar Ari kepada Malangpostonline.com Jumat (6/12) sore.

Ia menjelaskan, semakin okupansi penuh akan diiringi dengan kenaikan harga sewa hotel. Apalagi saat masuk momen liburan akhir tahun, Kota Wisata Batu jadi salah satu destinasi liburan di Jawa Timur.

Saat momen liburan, diungkapnya tak hanya okupansi yang meningkat. Tapi juga harga bisa mencapai dua kali lipat. Kalau untuk hari biasa dan weekend harga antara Rp 150-200 ribu per kamar dan Rp 400-750 ribu per kamar.

"Sedangkan untuk hari-hari besar dan pergantian tahun bisa dua kali lipat. Mulai Rp 750 ribu - Rp 1,5 juta per per rumah. Dengan setiap villa memiliki jumlah 3-4 kamar dan fasilitas yang berbeda pula," paparnya.

Ari menambahkan pada tahun ini aturan dalam menyewa villa semakin diperketat. Tujuannya agar tak terjadi hal yang tak diinginkan. Diantaranya dilarang pesta miras, pesta obat-obatan terlarang, dan tamu harus ber KTP atau diatas 17 tahun keatas.

Sementara itu, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Titik S Rianto mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya perayaan Natal dan Tahun Batu, hotel di Kota Batu diharapnya bisa menacapai 100 persen.

”Saat ini masih okupansi masih mencapai 60 persen dari sekitar 60 hotel yang tergabung PHRI Kota Batu. Kemungkinan saat Natal dan tahun baru mencapai 80-100 persen. Dengan jumlah kamar sekitar 3000an kamar, paparnya.

Ia mengungkapkan okupansi bisa mencapai 100 persen jika saat Natal dan Tahun Baru tidak terjadi cuaca ekstrem. Mengingat cuaca ekstrem membuat wisatawan membatalkan liburannya ke Kota Batu.

Tak hanya itu, perkembangan wisata di setiap daerah yang semakin pesat membuat iklim kompetisi semakin tinggi pula. Hal itu menjadi salah satu faktor menurunnya kunjungan wistawan atau okupansi hotel di Kota Batu.

"Destinasi wisata semakin menjamur dan bersaing. Karena itu inovasi dan peningkatan fasilitas harus dilakukan. Kami terus menghimbau agar anggota PHRI Kota Batu meningkatkan fasilitas dan pelayanan yang berdampak pada okupansi hotel," bebernya. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU