Digali, Penemuan Stuktur Bata Diperkirakan Candi

  • 13-12-2019 / 22:25 WIB
  • Kategori:Batu
Digali, Penemuan Stuktur Bata Diperkirakan Candi Ekskavasi : Tim BPCB Trowulan tengah melakukan penggalian di Gang Keramat Dusun/Desa Pedem, Kecamatan Junrejo Kota Batu, siang tadi.

Malangpostonline.com, BATU - Penemuan peninggalan sejarah berupa stuktur batu bata di Gang Keramat Dusun/Desa Pedem, Kecamatan Junrejo Kota Batu pada bulan lalu mendapat tindak lanjut. Yakni datangnya Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk melakukan ekskavasi temuan struktur bata tersebut.

Dari hasil ekskavasi hari pertama Jumat (13/12) siang, diungkap oleh Arkeolog BPCB Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho bahwa dari hasil penemuan struktur tersebut diperkirakan peninggalan era kerajaan Kediri hingga Singosari pada abad 11 hingga 13.

“Melihat dari ukuran batu bata yang ada di lokasi penemuan. Batu bata memiliki panjang 35 cm, lebar 25 cm, dan ketebalan 9 Cm diperkirakan berasal dari abad 11 hingga 13," ujar Wicaksono kepada Malangpostonline.com Jumat (13/12) siang.

Namun, lanjut dia, untuk hasil penemuan baru bisa diketahui setelah ekskavasi diselesaikan pada hari kedua Sabtu (14/12) hari ini. Lebih lanjut, ia menerangkan dugaan stuktur tersebut adalah bangunan candi, mengingat ada batu yoni disekitar penemuan batu bata yang dijaga warga sejak lama.

“Dengan adanya batu yoni disekitar stuktur bangunan. Ini menjadi penanda jika bangunan tersebut adalah candi," imbuh Wicaksono. Namun pihaknya belum memastikan dengan sepenuhnya karena ekskavansi baru selesai Sabtu (14/12) besok.

Dalam pelaksanaannya, penggalian dilakukan ke arah barat. Hal itu dilakukan dengan mengacu temuan yang ada di sebelah timur batu yonI. Selain itu yoni selalu berada di tengah candi.

Kegiatan ekskavasi tersebut dilakukan atas permintaan dari Pemerintah Desa Pendem. Yang kemudian BPCB Trowulan menindaklnjuti dengan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata. Dalam ekskavasi yang dilakukan ada delapan petugas dari BPCB Trowulan.

Sebelumnya arkeolog Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono mengatakan bahwa temuan tumpukan batu bata itu diduga kuat adalah peninggalan Hindu Budha pada abad sekitar 10-14 Masehi. Dugaan kuat tersebut dilihat dari tiga penemuan benda-benda bersejarah sekitar tahun 2000an.

Ia menerangkan, yang perlu dipertanyakan bukan dari peninggalan siapa. Tapi kenapa di areal tersebut (Pendem.red) banyak penemuan peninggalan sejarah yang ditemukan di Desa Pendem sebelumnya.

Dosen UM ini sebelumnya tahun 2000 awal ada tiga lokasi penemuan benda bersejarah yang berdekatan dengan aliran sungai Brantas dan Gunung Wukir. Yakni di sebelah Selatan Sungai Brantas penemuan berupa lesung batu atau wadah air dari batu kali.

Kemudian disebelah Baratnya, penemuan kedua di areal persawahan juga ditemukan adanya yoni dan struktur bata besar berserakan berupa kreweng dan grabah. Sedangkan di areal ketiga di sebelah Utaranya juga ditemukan yoni dan arca.

"Nah artinya di Pendem sejak masa Hindu Budha menjadi aeral hunian masyarakat yang menganut Hindu sekte Siwa," tegasnya.

Temuan tersebut juga dikuatkan dengan tenemuan-tenemuan di areal desa tetangganya. Misal Junrejo dengan punden Kajang, jurang miring dekat Kampus 3 Stain dengan Batu besar. Serta adanya prasasti Sangguran di Junrejo.

"Jadi daerah Pendem dan sekitarnya memang areal hunian yang paling tidak sudah menjadi areal ramai sejak abad 10. Bahkan mungkin sudah ada sebelumnya," paparnya.

Tak hanya itu areal tersebut juga menjadi areal subur karena dilewati Sunfai Bramtas dari dulu hingga saat ini. Sehingga menguatkan jika areal itu adalah areal pemukiman.

Sementara untuk bentuk bangunan yang ditemukan, diungkap Dwi merupakan satu bangunan pagar. Dengan kemungkinan berupa bagian pagar permukiman atau pagar bangunan suci. Melihat dari penemuan sebelumnya adanya reruntuhan bangunan candi di Pendem.

Penemuan-penemuan situs Pedem tersebutnya diungkapnya sangat penting. Karena kedepan bisa memeperoleh informasi tambahan khususnya di Kota Batu. Dengan harapan akan mengungkap perjalan dan kesejarahan Kota Batu yang sangat panjang dan Kota Batu sudah menjadi areal permukiman dengan masyarakat yang religius. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU