Menikmati Little Korea dan Belanda di Pujon

  • 26-12-2019 / 08:08 WIB
  • Kategori:Batu
Menikmati Little Korea dan Belanda di Pujon REPLIKA: Pengunjung berpose di depan replika bangunan ala Belanda di Florawisata San Terra di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, kemarin.

Malangpostonline.com - Korea Selatan dan Belanda jadi destinasi yang populer bagi traveler Indonesia. Namun saat ini warga Malang Raya tak perlu jauh-jauh ke negeri gingseng dan kincir angin tersebut. Semua replika tentang dua negara tersebut bisa ditemukan di tempat wisata Florawisata San Terra di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Di tempat ini wisatawan tak hanya bisa menikmati spot-spot foto replika bangunan ala Korea dan Belanda. Tapi wisatawan juga akan disuguhi sekitar 100 jenis bunga-bunga cantik berwarna-warni.

Penanggung jawab Florawisata San Terra, Rofik Asari mengatakan, tempat wisata itu baru saja soft launching 24 Desember lalu. Diakui memang menawarkan konsep wisata spot foto replika bangunan Little Korea dan Belanda. Serta konsep perkebunan bunga.

“Destinasi wisata ini ada Little Korea yang menyediakan spot foto ala Korea yang lucu-lucu. Mulai dari bunga sakura, bangunan warna-warni khas Korea, hingga hanbok (pakaian tradisional Korea, Red),” ujar Rofik kepada Malang Post, Rabu (25/12) kemarin.

Begitu juga dengan bangunan-bangunan ala Belanda yang berjajar berwarna-warni lengkap dan replika kincir angin. Sebagian masih dalam proses pembangun ketika Malang Post berkunjung. Ternyata pembangunan tempat wisata ini masih selesai 80 persen.

Ia menerangkan lebih lanjut, di lahan seluas 4 hektar tersebut, mayoritas wahana berada di luar ruangan atau outdoor. Itu karena hampir seluruhnya tempat wisata berkonsep taman atau perkebunan bunga.

Selain spot foto khas ala Korea dan Belanda, pihak pengelola juga memberikan fasilitas tambahan permainan bagi anak-anak. Fasilitas tersebut meliputi otopet, robot, trampolin, kuda hunting, bumpercar dan smart balance. Dengan rata-rata tiket permainan Rp 10 ribu - Rp 30 ribu.

Sedangkan untuk tiket masuk wisatawan cukup merogoh kocek Rp 20 ribu untuk anak-anak dan Rp 25 ribu untuk dewasa. Serta untuk meminjam hanbok atau pakaian ala meneer Belanda per 30 menit wisatawan bisa merogoh uang Rp 30 ribu – Rp 50 ribu per 30 menit.

Sementara untuk pembangunan dilakukan sejak bulan September 2019. Dengan target selesai pembangunan pada bulan Februari 2020.

“Selama buka dua hari ini, kami menggratiskan tiket masuk bagi Warga Desa Pandesari. Mengingat destinasi wisata Florawisata San Terra berada kawasan tersebut,” imbuhnya.

Selama dua hari dibuka, Rofik menambahkan jika sudah ada sekitar 2.000 pengunjung. Baik warga Pandesari sendiri dan juga wisatawan dari berbagai daerah.

Nia Septia wisatawan asal Semarang mengungkapkan jika kunjungannya ke Florawisata San Terra karena kepincut dengan keindahan taman bunga dengan latar replika bangunan Korea dan Belanda.

“Sebenarnya saya datang kemari saat berlibur ke Kota Batu. Namun tak sengaja mendapat informasi dari media sosial jika ada tempat baru berkonsep taman penuh bunga di sini,” papar Nia.

Dari kunjungan ke tempat tersebut, lanjut dia, ia sangat merasa puas. Pasalnya ada banyak spot foto yang dengan latar bunga dan bangunan ikonik ala Korea dan Belanda. (eri/ary/Malangpostonline.com)

Editor : Ary
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU