Paralayang Target Juara Umum, Semua Atlet Pendulang Emas PON Papua

Malang Raya Kekuatan Jatim

  • 30-12-2019 / 07:56 WIB
  • Kategori:Batu
Malang Raya Kekuatan Jatim

Malangpostonline.com - Tahun 2020 merupakan masa mengukir prestasi olahraga. Ajang pembuktiannya, PON Papua yang dijadwalkan September tahun depan. Atlet dari Malang Raya bakal membuktikan di sejumlah cabang olahraga (cabor) saat memperkuat Jawa Timur. Paralayang, gulat, atletik, selam hingga basket merupakan cabor andalan. Sementara cabor Balap Sepeda dan Bridge sedang diperjuangkan agar dipertandingkan.

DELAPAN atlet asal Kota Batu sudah menatap PON Papua. Mereka memperkuat Cabor Paralayang, Biliar dan Selam. Delapan atlet itu yakni, Jafro Megawanto, Rika Wijayanti, Ike Ayu Wulandari, Jony Effendi, Ardiansyah Mega Putra, dan Roni Pratama dari Cabor Paralayang.

Kemudian untuk dua atlet lainnya, Cucun Hermanto dari Cabor Biliar dan Nafa Amadea  di Cabor Selam.

“Delapan atlet asal Kota Batu itu yang lolos ke PON 2020. Tujuh di antaranya dari Paralayang dan selam sedang mengikuti training center (TC) di Australia,” jelas Ketua KONI Kota Batu, Drs. Mahfud, kemarin.

Ia menjelaskan Cabor Paralayang telah diberangkatkan sejak 24 Desember. Sedangkan untuk atlet selam seminggu sebelumnya. Rencananya mereka akan kembali ke Indonesia pada Januari 2020.

Dari delapan atlet di tiga cabor tersebut, Mahfud berharap semua atlet mampu mempersembahkan medali emas bagi Jatim. Khususnya Cabor Paralayang yang telah mampu bersaing di level internasional.

"Kami harap delapan atlet asli Kota Batu ini mampu berbicara banyak dan mempersembahkan medali emas. Terlebih untuk Cabor Paralayang yang kebanyakan atlet terbaik dari Kota Batu," bebernya.

Mahfud mengungkapkan sebenarnya untuk Kota Batu ada sembilan atlet yang ikut PON Papua 2020. Yakni dari Cabor Bridge, namun untuk cabor ini masih belum dipastikan akan ada atau ditiadakan dalam PON Papua.

Harapan agar meraih prestasi itu juga diimbagi bonus yang akan diberikan KONI Kota Batu bagi atlet yang meraih medali di PON Jatim. Bonus yang diberikan nantinya berupa uang Rp 25 juta setiap atletnya.

Sementara itu, Jafro Megawanto terus mempersiapkan diri. Ia saat dihubungi Malang Post via ponselnya sedang berlatih di Australia. "Kami lagi fokus latihan XC di Australia. Alasan berlatih di Australia karena tempat untuk XC bisa untuk explore lebih jauh untuk distance dan kebetulan banyak orang jago XC untuk melatih kita team Jatim di Australia,” jelas Jafro.

Ia menegaskan, untuk tim Jatim nantinya menargetkan keluar sebagai juara umum Cabor Paralayang. Karena itu ia berharap masyarakat Jatim mendukung para atlet yang akan bertanding di PON Papua. (eri/van/Malangpostonline.com)

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU