Satu Januari, 44 Ribu Wisatawan Padati Kota Batu

  • 01-01-2020 / 22:42 WIB
  • Kategori:Batu
Satu Januari, 44 Ribu Wisatawan Padati Kota Batu MACET: Kemacetan terjadi di Jalan Panglima Sudirman Kota Batu akibat bottleneck di pertigaan Songgoriti, Rabu (1/1) kemarin.

BATU-Ribuan wisawatan memadati tempat-tempat wisata yang ada di Kota Wisata Batu (KWB) pada puncak libur Tahun Baru 2020, Rabu (1/1) kemarin. Tepat di hari terakhir libur sekolah tercatat ada 44.015 wisatawan yang berkunjung ke 13 tempat wisata yang ada di Kota Batu.

Banyaknya kunjungan wisatawan itu dihimpun selama giat patroli wisata di KWB. Artinya rata-rata kunjungan wisatawan ke tempat-tempat wisata yang ada di Kota Batu mencapai 3.000 - 4.000 wisatawan di hari terakhir.

Salah satunya adalah Museum Angkut atau Musang milik JTP Group. Yang diungkapkan oleh Manager Marketing and Public Relation JTP, Titik S. Ariyanto bahwa kunjungan wisatawan dalam puncak perayaan tahun baru Rabu (1/1) kemarin terjadi meningkat dibanding Selasa (31/12) lalu.

"Untuk kunjungan di JTP Group ada peningkatan dibanding dengan hari biasa. Meski tak seramai dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Titik kepada Malang Post, Rabu (1/1) kemarin.

Ia menjelaskan, untuk jumlah rata-rata per hari wisatawan yang berkunjung ke semua wisata milik JTP Group mencapai 30 ribu per hari selama libur Natal hingga Tahun Baru 2020. Dengan rata-rata perbandingan kunjungan wisatawan di hari-hari biasa mencapai 15 ribu pengunjung.

Menurutnya tak ramainya kunjungan wisatawan di Kota Batu karena pada akhir tahun atau 31 Desember 2019 kemarin karena banyaknya tempat wisata baru di berbagai daerah. Itu nampak dari kemacetan Kota Batu yang berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tak hanya itu, berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan karena faktor cuaca. Karena pada akhir tahun kemarin (31/12) Kota Batu sejak siang hingga malam hari diguyur hujan," bebernya.

Untuk destinasi wisata lainnya seperti Taman Rekreasi Selecta juga diungkap oleh Direktur PT Selecta, Sujud Hariadi. Menurutnya, awal libur Natal dan Tahun Baru ada peningkatan pengunjung. Dengan rata-rata kunjungan wisatawan per hari mencapai 10 ribu wisatawan di Selecta.

"Libur sekolah panjang ada peningkatan wisatawan. Rata-rata sampai dengan 1 Januari ada 10.000 wisatawan per harinya ke Selecta," bebernya.

Sama halnya dengan JTP, pada Selasa (31/12) lalu kunjungan wisatawan di taman rekreasi milik warga Kota Batu ini juga mengalami penurunan. Yakni hanya 9.200 wisatawan karena hujan yang mengguyur Kota Batu sejak pukul 13.00 WIB.

Berbeda jauh pada penutupan libur sekolah Rabu (1/1) kemarin dengan kunjungan wisatawan berkisar 20 ribuan wisatawan. Menurutnya faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan di tempat wisata yang terbuka atau outdoor.

Sementara untuk kemacetan, Kasat Lantas Polres Batu, AKP Dyana Suci Listyawati mengatakan bahwa selama libur Natal dan Tahun Baru 2020, kemacetan di Kota Batu mampu berkurang. Pasalnya Satlantas Polres Batu telah menerapka. Rekayasa lalin bagi wisatawan yang berkunjung ke KWB.

Namun, ia juga tak memungkiri beberapa titik macet masih terjadi dikarenakan penyempitan jalan atau bottleneck. Misalnya di simpang tiga Songgoriti karena jalan yang menyempit dan menyebabkan macet mulai Songgoriti hingga Jalan Panglima Sudirman Balai Kota Among Tani Batu.

Kemudian pertigaan Bendo tempat bertemunya kendaraan yang keluar masuk dari Kaarangploso Kabupaten Malang, Cagar Mojokerto dan pusat Kota Batu. Serta simpang tiga Pendem yang menjadi bertemunya kendaraan dari Kota Malang muapun Kabupaten Malang.

"Untuk menghindari kemacetan panjang akhir tahun kami lakukan tekayasa lalin. Dengan mengarahkan kendaraan masuk maupun keluar melewati jalur-jalur alternatif," bebernya.

Polres Batu melalukan rekayasa lalu lintas baik dari arah Kota Malang, Karangploso, dan Pujon Kabupaten Malang. Rekayasa tersebut di antaranya jalur satu arah seperti di simpang tiga Imam Bonjol dan Jalan Dewi Sartika.

Serta memanfaatkan jalur-jalur alternatif. Di mana hal itu ditujukan untuk mengurai kemacetan panjang di jalur utama menuju Kota Batu. Untuk kendaraan dari arah Malang, akan dilewatkan jalur Karangploso-Bumiaji, Jalur Gunung Wukir, dan Jalur Lintas Barat (Jalibar).

Sementara, untuk arus kendaraan yang datang dari wilayah Pujon, Ngantang dan Kediri akan dialihkan melalui jalur Pesanggrahan-Taman Makam Pahlawan (TMP)-Jalan Sultan Agung.

Sedangkan untuk puncak kemacetan diungkapnya terjadi pada libur terakhir Rabu (1/1) kemarin. Tercatat dari tiga Pos PAM wilayah Kota Batu, per jamnya jumlah ranmor yang masuk untuk R2 mencapai 4.620 kendaraan dan R4 mencapai 4.380 kendaraan. Untuk kendaraan keluar R2 mencapai 3.420 dan R4 mencapai 3.000 kendaraan.(eri/ary)

Editor : Ary
Uploader : angga
Penulis : eri
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU