Edi Sunaedi Dilantik Direktur Perumdam 2020-2025, Ini Programnya

  • 03-01-2020 / 17:05 WIB
  • Kategori:Batu
Edi Sunaedi Dilantik Direktur Perumdam 2020-2025, Ini Programnya Sumpah : Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si pimpin sumbah jabatan Direktur Perumdam Among Tirto periode 2020-2025, Edi Sunaedi di Graha Pancasila Among Tani, Batu sore ini.

Malangpostonline.com, BATU - Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu masa jabatan 2020-2025, Edi Sunaedi kembali dipercaya oleh Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si di Graha Pancasila Among Tani Kota Batu, Jumat (3/12) sore.

Selama lima tahun kedepan, Edi Sunaedi alias Sokek menyampaikan bahwa ada beberapa program-program yang akan dijalankan. Begitu juga menyelesaikan PR yang belum terlaksana.

"Untuk program yang bisa terlaksana di tahun 2020 adalah pengembangan revisi jaringan di sumber Ngesong dan sumber Banyuning yang saat ini masih menggunakan pipa asbes peninggalan Belanda dan banyak yang bocor," ujar Sokek kepada Malangpostonline.com Jumat (3/1) sore ini.

Kemudian, Perumdam Among Tirto juga akan membuat embung seluas 1 hektar di Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kec. Bumiaji, Kota Batu. Dengan pembuatan embung membutuhkan anggaran sekitar Rp 8 miliar.

"Dengan adanya pembangunan embung tahun ini, setidaknya mampu menambah maksimal 10 ribu pelanggan. Karena di tahun ini kami fokus untuk pelayanan masyarakat Kota Batu," bebernya.

Sedangkan untuk program yang belum terlaksana dan menjadi PR banyak pada pengembangan usaha dan akan mulai dilakukan pembangunannya sejak tahun 2021. Dengan tahun 2020 program pengembangan usaha masih dalam tahapan kajian studi tentang sarana investasi atau visibility study.

Beberapa diantaranya PR yang akan diteruskan selama empat tahun kepemimpinannya sebelumnya adalah program Tirta Adirejo atau produk AMDK dengan teknologi tinggi dengan sugesti sistem terapi. Kemudian Tirta Bakti Edukasi merupakan industri wisata edukasi air yang rencananya akan dibangun bekerja sama dengan Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Ia menambahkan, dari dana penyertaan modal yang didapat dari Perda Penyertaan Modal senilai Rp 48 miliar. Hingga saat ini dana tersebut belum dicarikan sama sekali. Pasalnya belum ada ada hasil rekomendasi tim penasehat investasi melalui dewan pengawas. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU