Keluarga Jasmine Kecewa Pernyataan Kasek SMPN 2 Batu

  • 06-01-2020 / 18:59 WIB
  • Kategori:Batu
Keluarga Jasmine Kecewa Pernyataan Kasek SMPN 2 Batu Jasmine Sefia Waynie, didampingi penasitah hukumnya, Bakti Riza Hidayat, SH dan orangtuanya, Dwi Cahyono, ketika memberikan keterangan pada media.

Malangpostonline.com - Pemberitaan soal Jasmine Sefia Waynie, 14, pemain Timnas Putri dan Arema FC Putri, mendapat tanggapan dari keluarga serta penasihat hukumnya, Bakti Riza Hidayat, SH, Senin (6/1). Tanggapan ini disampaikan karena ada statemen dari Kepala SMPN 2 Batu, yang membuat kecewa pihak keluarga. Yakni tuduhan bahwa orangtua telah mengeksploitasi Jasmine.

"Tuduhan itu (mengeksploitasi, red) itu, sangatlah membuat kecewa dan menyakitkan, apalagi itu disampaikan seorang pendidik. Bermain bola adalah hobi Jasmine. Dari bermain bola kemudian dia berprestasi, dimana eksploitasinya?," ungkap Bakti Riza Hidayat.

Riza menyampaikan, bahwa masa depan Jasmine masih panjang. Persoalan tentang Jasmine yang ramai diberitakan ini, bermula dari Jasmine dan orangtuanya, tidak bisa mendapatkan rapor di sekolahnya SMPN 2 Batu. Alasannya, karena menganggap bahwa Jasmine terlalu banyak absen.

“Padahal absennya Jasmine demi membela bangsa dan negara. Serta sudah ada keterangan dan izin tertulis terkait kegiatannya sebagai pemain sepakbola putri Timnas U-16,” terang Bakti.

Kepala SMPN 2 Batu juga menyampaikan, bahwa Jasmine tidak pernah membawa nama baik sekolah. Beberapa pernyataan Kasek dimedia massa juga berkembang dan melebar. Menyatakan bahwa Jasmine seolah-olah di eksploitasi, dia bekerja, uangnya kemana.

 

“Dari itu semua, kepala sekolah kemudian menyarankan pada orangtua Jasmine untuk mengambil sekolah yang bersifat homeschooling,” ujarnya.

Dengan pernyataan yang disampaikan itu, pengacara berambut gondrong inipun menyampaikan, bahwa Jasmine sejak kecil sudah cinta dan hobi sepakbola. Meskipun perempuan, tetapi tidak melunturkan niatnya untuk mengikuti seluruh jenjang pembinaan usia dini.

"Hasil pembinaan yang dilakukan, Jasmine membuktikan dengan terpilih menjadi pemain Timnas U-16 di Laos pada 2017 lalu. Padahal saat itu usianya masih 10 tahun atau kelas 5 sekolah dasar (SD," urainya.

Lebih lanjut, Bakti mengatakan, bahwa Jasmine tidak membawa nama baik sekolah, bagi keluarga sangat tidak berdasar dan menyakitkan. Padahal, Jasmine telah masuk timnas Putri U-16 untuk mengikuti piala AFF tahun 2017 di Laos. Sementara tahun 2018 lalu, Jasmine juga sudah masuk skuad Timnas Sepakbola Putri U-16 untuk Piala AFF di Palembang. Termasuk juga tergabung Timnas Putri untuk kualifikasi AFC di Kyrgistan.

“Untuk level nasional Jasmine membawa tim Putri Cendil juara 1 Pertiwi Regional Babel. Lalu juara 3 Piala Menpora Cup Nasional. Ditahun 2019 lalu, Jasmine juga tergabung skuad tim Arema FC Putri dan bertanding di Liga 1 Putri,” tegas Riza Hidayat.

Riza menambahkan, sebagai atlet sepakbola putri dengan posisi gelandang serang, Jasmine punya bakat yang harusnya diapresiasi semua pihak. “Jasmine masih kelas 2 SMP. Ini jadi PR kita bersama untuk memecahkan persoalan ini. Gelar bukan segalanya, belajar tidak harus dikelas. Itu juga pesan dari Mendikbud Nadiem Makarim,” paparnya.

Terkait dengan permasalahan yang kini dihadapi Jasmine, keluarga dan penasihat hukum membuat pernyataan sikap. Ada empat poin yang disampaikannya.

Pertama, meminta maaf kepada Kepala SMPN 2 Batu, apabila apa yang sudah dilakukan Jasmine selama ini belum cukup memberikan kontribusi dan nama baik SMPN 2 Batu.

Kedua, menyampaikan bahwa Jasmine akan pindah dari sekolah SMPN 2 Batu, dan semoga proses kepindahan tersebut bisa sesegera mungkin direalisasikan dan mendapatkan tempat yang lebih baik.

Ketiga meminta kepada seluruh pihak untuk mengakhiri polemik ini. Sehingga Jasmine bisa kosentrasi lagi bersekolah dengan baik dan berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga kedepan bisa lebih berprestasi lagi. Keempat memohon kepada seluruh pihak, persoalan Jasmine bisa menjadi pembelajaran kita bersama, memikirkan pola pendidikan kepada para atlit yang masih bersekolah. (agp)

Editor : agp
Uploader : rois
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU