Praktek Langsung, Adhigana Production Jadi Nahkoda Jalannya Festival Obah Nggedruk Bumi

  • 06-01-2020 / 20:32 WIB
  • Kategori:Batu
Praktek Langsung, Adhigana Production Jadi Nahkoda Jalannya Festival Obah Nggedruk Bumi Berbagai penampilan seni dalam Festival Obah Nggedruk Bumi selama tiga hari berturut-turut sebagai penanda dibukanya Winekram Art Space.

Malangpostonline.com - Winekram Art Space, sanggar kesenian milik budayawan Kota Batu Winarto Ekram ini digadang bakal jadi tempat inkubasi serta berkumpulnya para seniman Malang Raya juga luar daerah untuk mengokohkan identitas bangsa melalui kebudayaan. Dihelatnya Festival Obah Nggedruk Bumi selama 3 hari berturut-turut menandai berdirinya sanggar seni di RT 12 RW 03 Dusun Mojorejo, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ini.

Festival Obah Nggedruk Bumi sendiri merupakan festival pentas seni tari dan budaya. Kegiatan ini digerakkan oleh Adhigana Production yang merupakan kelompok praktikum program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Gelaran seni dan budaya ini merupakan implementasi dari tugas mata kuliah Keterampilan Bahasa Produktif yang diampu M. Isnaini, M.Pd.

“Tempat ini adalah space program kesenian yang diharapkan kedepannya memiliki acara kesenian, karena acara seperti ini periodik sekali untuk perkembangan kesenian yang ada,” ujar Winarto Ekram.

Kegiatan yang menampilkan seni dan kebudayaan lintas daerah tersebut melibatkan berbagai seniman dari berbagai kota, diantaranya dari Indramayu, Solo, Jombang, Lumajang, Surabaya, serta dari beberapa kota-kota lain.  Tidak hanya pertunjukan kesenian, tetapi juga workshop tari dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), parade sanggar tari se-Jawa Timur, teater, dan musik.

Festival Obah Nggedruk Bumi ditujukan untuk membuka tempat agar dikerubungi, membuka lahan dan ruang untuk pertunjukan kesenian. Kedepan tentu perkembangannya untuk pariwisata budaya yang ada di sekitar  Pendem.

Ketua Pelaksana Festival Obah Nggedruk Bumi, Nirwana Chendra Kasih, berharap Winekram Art Space bisa dijadikan sebagai tempat sarasehan kebudayaan maupun workshop kebudayaan dan segala sesuatu yang berbau seni dan budaya.

“Dengan adanya kegiatan dan kerjasama seperti ini bisa menjadi tahap awal kami juga dalam belajar dan menambah ilmu baru untuk menunjang lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMM,” kata Nirwana.

Dikatakannya, mata kuliah Keterampilan Berbahasa Produktif sendiri berkonsentrasi di bidang Manajemen Event Organizer sehingga dalam kegiatan ini tim Adhigana Production dituntut membantu dan memanage Festival Obah Nggedruk Bumi.

Sedangkan dosen pengampu mata kuliah  Berbahasa Produktif, M. Isnaini, M.Pd, menambahkan, Prodi Bahasa Indonesia sangat luas cakupannya meliputi komunikasi yang di dalamnya menggunakan bahasa Indonesia dalam cakupan linguistik. Praktik ini merupakan implementasi dari bagaimana cara berkomunikasi, negosiasi dan keterampilan berbahasa lainnya sehingga wujudnya adalah membuat sebuah event.

“Dalam menyelenggarakan acara juga terkadang ada banyak hal yang tidak kita pahami dan kadang itu menjadi kunci penyelenggaraan acara. Itulah yang menjadi teknis dari para mahasiswa, sehingga memang harus dilakukan dengan praktek langsung,” tandas Isnani. (lin)

Editor : lin
Uploader : rois
Penulis : lin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU