Dinas Pertanian Cairkan Bertahap Bantuan Saprodi Rp 1 Miliar Terdampak Bencana

  • 07-01-2020 / 17:16 WIB
  • Kategori:Batu
Dinas Pertanian Cairkan Bertahap Bantuan Saprodi Rp 1 Miliar Terdampak Bencana Kunjungan : Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Hari Danah Wahyono bersama Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono saat kunjungan kerja di Kantor Dinas Pertanian Kota Batu, Selasa (7/12) siang.

Malangpostonline.comBATU - Dinas Pertanian Kota Batu bakal melakukan tindak lanjut dengan memberikan bantuan saprodi pasca terjadinya bencana angin kecang di tiga desa pada Oktober tahun 2019 lalu, yakni Desa Sumberbrantas, Gunungsari, dan Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dinas Pertanian bakal memberikan bantuan berupa saprodi senilai Rp 1 miliar bagi Gapoktan dan Kelompok tani yang terdampak. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono dihadapan para Anggota Komisi B DPRD Kota Batu yang melakukan kunjungan kerja di Kantor Dinas Pertanian Selasa (7/1) siang.

"Kunjungan Komisi B kesini untuk menggali secara administrasi mulai dari jumlah petani terdampak, luasan lahan, dan pelaksanaan bantuan yang akan diberikan kepada petani terdampak bencana," ujar Sugeng kepada Malangpostonline.com

Ia menerangkan, untuk bantuan yang akan diberikan kepada satu gapoktan dan satu kelompok tani pada tahun ini. Bantuan yang akan diberikan berupa pupuk organik padat, bibit tanaman sayur mayur, green house, hingga aksi penaman pohon cemara pecut di lokasi lahan.

Bantuan diungkap Sugeng tak bisa diberikan kepada seluruh petani terdampak. Hanya petani yang tergabung dalam Gapoktan dan kelompok tani yang berbadan hukum sesuai dengan aturan Kementerian. 

"Jadi bantuan tak bisa seluruhnya didapat petani karena ada aturannya. Namun kami juga akan mengusahakan tersebut secara bertahap," bebernya.

Ia mengungkapkan untuk keseluruhan petani yang terdampak mencapai 200 petani. Dengan lahan terdampak di Desa Sumberbrantas sekitar 200 hektar dan Desa Tulungrejo sekitar 203 hektar.  

"Selain itu, sesuai harapan petani yang terdampak mereka meminta rescedule (waktu tambahan) membayar cicilan atau kredit mereka di bank. Kami sudah koordinasi dengan Bank Indonesia dan OJK dengan lampiran rekom jumlah petani di masing-masing desa terdampak," bebernya. 

Pada prinsipnya diungkap Sugeng beberapa bank telah menyetujui. Diantaranya adalah bank Jatim. Sedangkan bank lainnya masih menunggu jawaban. 

Saat ditanya jumlah kerugian petani, secara resmi Dinas Pertanian belum mendata secara keseluruhan. Sehingga tak bisa dipublikasi. (eri)

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU