Lima Hari Festival Niki Songgoriti

Dihibur Cak Sodiq hingga Verra Esmeralda

  • 08-01-2020 / 07:33 WIB
  • Kategori:Batu
Dihibur Cak Sodiq hingga Verra Esmeralda SEDEKAH BUMI: Warga Songgoriti melakukan Arak-arakan tumpeng sedekah bumi dan berebut sedekah bumi dalam Festival Niki Songgoriti di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, Selasa (7/1) kemarin.

Malangpostonline.com, BATU- Among Tani Foundation (ATF)sukses merebranding bersih desa Songgoriti menjadi Festival Niki Songgoriti. Selama lima hari sejak Selasa (7/1) sampai dengan Sabtu (11/1), masyarakat bisa menikmati hiburan dan kuliner. Festival ini dibuka dengan arak-arakan tumpeng sedekah bumi dan nantinya akan dihibur Cak Sodiq hingga Verra Esmeralda.

Pada pembukaan sendiri, ratusan masyarakat mengenakan pakaian adat antusias mengarak tumpeng yang melambangkan wujud syukur tersebut. Sebanyak empat tumpeng ukuran besar dan delapan tumpeng berukuran kecil diarak oleh warga mengitari Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kec/Kota Batu ini.

Tak hanya orang dewasa, tapi anak-anak juga turut serta meramaikan Festival Niki Songgoriti 2020. Usai diarak dan dilakukan pembacaan doa berkah yang didapat warga Songgoriti. Pada puncak arak-arakan, tumpeng sedekah bumi langsung diserbu oleh ratusan warga yang memadati. Dipercayai mereka yang mendapat bagian dari tumpeng, akan mendapat banyak rezeki.

Selain arak-arakan tumpengan, dalam festival diinisiasi oleh Among Tani Foundation (ATF), Pemerintah Kelurahan Songgokerto dan warga Songgoriti ini, akan berlangsung hingga Sabtu (11/1) depan. Dengan banyak kegiatan meliputi pertunjukan budaya, pameran, festival kuliner, hingga pasar rakyat.

Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si yang membuka festival Niki Songgoriti menyampaikan, bahwa Songgoriti adalah kawasan wisata yang legendaris bersamaan dengan Selecta. Namun saat ini agak kurang diminati dengan adanya tempat wisata baru yang ada di Kota Batu.

"Karena itu dengan adanya festival Niki Songgoriti, kami harap Songgoriti kembali menjadi tujuan utama destinasi wisata favorit seperti Selecta. Melalui festival ini menjadi momen awal untuk berbenah,” ujar Dewanti kepada Malang Post, Selasa (7/1) kemarin.

Orang nomor satu di Kota Batu ini memginginkan Songgoriti menjadi pusat wisata dengan unggulan budaya, sejarah, kuliner, pusat hiburan yang positif dan baik untuk keluarga. Untuk itu ia berharap ada dukungan dari semua pihak.

Sementara itu, Lurah Songgokerto Dian Saraswati menambahkan, bahwa festival yang digelar bagian dari upaya masyarakat untuk mengangkat kembali Songgoriti sebagai tujuan wisata. Karena di Songgoriti banyak potensi yang bisa diangkat dan ditunjukkan kepada masyarakat luas.

“Ada banyak sekali potensi yang bisa diangkat. Salah satunya adalah budaya dan tradisi yang ada di masyarakat. Kemudian ada Candi Supo yang merupakan peninggalan sejarah yang tetap terjaga hingga saat ini," bebernya.

Ia menerangkan, sebenarnya kegiatan ini adalah kegiatan ruwatan atau bersih desa yang digelar setiap tahun. Namun pada kali ini dikemas menarik melalui festival Niki Songgoriti yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Jadi ini tak hanya sekadar perayaan. Tapi kegiatan juga untuk menghidupkan kembali kejayaan Songgoriti sebagai tujuan wisata. Kemudian akan berdampak pada meningkatkan perekonomian masyarakat," terangnya.

Karena itu, menurutnya dengan banyaknya rangkaian agenda yang menonjolkan potensi budaya lokal Songgoriti dan hiburan selama empat hari ke depan. Dia berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kelurahan Songgokerto, khususnya di Dusun Songgoriti.

Tak hanya itu, Dian memperkirakan selama empat hari ke depan ada perputaran uang mencapai Rp 1 miliar. Mengingat ada ratusan stand kuliner dan UMKM dari Kota Batu dan Jatim.

Ditambahkan oleh Sekretaris ATF, Ferry Ramdhany Zaenal bahwa dalam kegiatan ini stand yang ikut dari Kelurahan Songgokerto dari RW 1-9 dengan berjualan makanan dan minuman tradisional. Seperti jenang sumsum, getas, cenil, nasi empok, buntil, botok telur asin dan kudapan, jamu, nasi gulung, nasi bakar, nasi tiwul, tahu lontong, jamu kering, kue basah dan minuman, rujak manis dan gobet.

"Stand juga diisi oleh kelompok budaya. Yakni bantengan, kerajinan batik situ, hingga pintal ulat sutra. Sedangkan untuk pasar Songgoriti juga ikut serta dengan menyediakan makanan tradisional kerak telur, jamu dan aneka makanan ringan dengan total stand yang ada di festival Niki Songgoriti ada 100 stand," bebernya.

Masyarakat atau wisatawan yang hadir juga bisa menikmati beragam suguhan kuliner dari harga Rp 10 ribu. Serta banyak hiburan seperti kesenian lokal dan orkes musik dangdut dengan bintang tamu Sodiq.

Ia menguraikan, beberapa hiburan yang akan digelar antara lain sejak Selasa (7/1) kamarin ada kirab tumpeng, kirab gunungan, wayangan dan pembukaan pasar rakyat. Kemudian Rabu (8/1), akan menampilkan kesenian Reog dan kuda lumping yang akan menghibur penonton. Lanjut Kamis (9/1) ada kompetisi religi dan pengajian Gus Gendeng.

Untuk hari Jumat (10/1), bakal dimeriahkan penyanyi Abah Lala, local band, kesenian tradisional dan kompetisi masakan jangan pedes. Penutup pada hari Sabtu (11/1), akan dihibur musik dangdut oleh Verra Esmeralda dan Lies Damayanti dan dimeriahkan band lokal serta penutupan pasar rakyat. (eri/ary)

 

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU