Sekolah Rusak Terdampak Angin Puting Beliung Mulai Diperbaiki

  • 27-01-2020 / 15:56 WIB
  • Kategori:Batu
Sekolah Rusak Terdampak Angin Puting Beliung Mulai Diperbaiki Terima : Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M menerima bantuan untuk perbaikan sekolah rusak SDN Tulungrejo 3 dari Hon Member, Mohan Vaswani, mewakili Rotary Club dan Ishk Tolaram di Balai Kota Batu, siang ini.

Malangpostonline.com, BATU - Sekolah rusak SDN Tulungrejo 3 terdampak bencana angin puting beliung di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan Oktober tahun 2019 lalu akan segera diperbaiki minggu depan.

Perbaikan sekolah rusak tersebut bisa terealisasi secara cepat diluar anggaran APBD 2020. Pasalnya Dinas Pendidikan Kota Batu mendapat bantuan dari Rotary Club Singapore serta Rotary Club Malang dan Batu senilai Rp 100 juta.

Pemberian bantuan diberikan langsung oleh Hon Member, Mohan Vaswani, mewakili Rotary Club dan Ishk Tolaram kepada Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih di Balai Kota Among Tani Batu, Senin (27/1) siang.

"Bantuan yang diberikan oleh Ishk Tolaram merupakan bantuan bagi sekolah rusak parah terdampak yang puting beliung. Sedangkan untuk sekolah rusak ringan lainnya telah ditangani oleh BPBD Kota Batu," ujar Eny kepada Malangpostonline.com usai penyerahan bantuan.

Eny menerangkan, sebenarnya untuk perbaikan sekolah rusak parah telah kami anggarkan dalam PAPBD 2019. Namun karena terlambat di dok dan tak cukup waktu penanganannya kami hanya melakukan perencanaannya.

"Tapi Rotary Club dan Ishk Tolaram ingin mambantu perbaikan sekolah rusak parah di SDN Tulungrejo 3 di Desa Sumberbrantas, Kec. Bumiaji, Kota Batu. Pada akhirnya kami sodorkan Rencana Anggaran Bangunan (RAB) untuk perbaikan sekolah dan dibantu," bebernya.

Eny menguraikan untuk RAB perbaikan SDN Tulungrejo 3 sebesar Rp 152 juta. Sedangkan bantuan yang diberikan oleh Rotary Club dan Ishk Tolaram sebesar Rp 100 juta. Dengan pengerjaan akan dimulai pada minggu depan dan ditargetkan selesai 1,5 bulan.

"Untuk tim pembagunan kami sudah tunjuk. Tim tersebut melibatkan pihak sekolah dan komite sekolah," imbuh Eny.

Saat ditanya tentang program perbaikan sekolah rusak di Kota Batu, Eny mengungkapkan jika anggarannya sedang dikoordinasikan dengan Ekbang. Pasalnya setelah dikaji standar biaya terlalu tinggi.

"Untuk rehab sekolah tahun ini masih kami koordinasikan kembali. Karena standar biaya yang lebih tinggi dan sama semua. Padahal untuk rehab tiap sekolah berbeda biayanya, ada yang tanda dak atau dengan dak. Sehingga sayang kalau ada SILPA tinggi dan harapannya ada banyak sekolah yang bisa direhab," bebernya. (eri)

Editor : eri
Uploader : rois
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU