Pemkot dan Perhutani Reboisasi 70 Hektar Hutan Gundul Panderman

  • 31-01-2020 / 16:32 WIB
  • Kategori:Batu
Pemkot dan Perhutani Reboisasi 70 Hektar Hutan Gundul Panderman Tanam : Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si bersama stakeholder melakukan penanaman pohon secara simbolis di areal Mega Star, Desa Oro-Oro Ombo, Kec/Kota Batu siang ini.

Malangpostonline.com, BATU - Pasca terbakarnya lereng Gunung Panderman, Kota Batu pada tahun 2019 lalu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Batu, Perhutani KPH Malang, dan semua stakeholder dengan melakukan reboisasi Jumat (31/1) siang.

Reboisasi atau penanaman pohon dilakukan di lahan Gunung Panderman yang gundul akibat terbakar seluas 70 hektar. Dengan penanaman biji pohon jenis kaliandra, trembesi dan mahoni. Masing-masing biji jumlahnya 10 Kg.

Adm Perhutani Malang, Hengky Herwanto mengatakan bahwa reboisasi yang dilakukan bertujuan untuk mengembalikan ekosistem hutan di lereng Gunung Panderman, Kota Batu yang gundul akibat terbakar tahun lalu.

"Reboisasi atau penanaman pohon akan dilakukan di hutan Gunung Panderman seluas 70 hektar. Nantinya reboisasi dilakukan dengan menanam biji pohon. Pasalnya lahan yang gundul berada di lereng Gunung Panderman," ujar Hengky kepada Malangpostonline.com

Ia menjelaskan, penanaman dengan biji pohon dilakukan karena lahan terbakar berada di lereng gunung. Sehingga tak mungkin dilakukan dengan penanaman bibi pohon.

Dari jumlah pohon yang dibutuhkan untuk lahan terbakar, diungkap Hengky jika 1 hektar membutuhkan bibit sejumlah 400 pohon. Artinya dibutuhkan 2800 bibit pohon untuk reboisasi lahan gundul terdampak kebakaran.

"Dengan penanaman beberapa jenis bibit pohon tersebut nantinya akan bermanfaat untuk menyerap air saat hujan turun. Serta saat hujan turun air tak langsung turun ke bawah dan mengakibatkan erosi dan berdampak banjir di Kota Batu," bebernya.

Ia menambahkan, dengan adanya penanaman pohon masyarakat ikut menjaga dan melestarikan. Sehingga tidak terjadi kembali kebakaran hutan saat musim kemarau seperti tahun sebelumnya. (eri)

Editor : eri
Uploader : rois
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU